BANJRMASIN, banuapost.co.id– Jadi bagian keluarga Classy Yamaha, Grand Filano Hybrid-Connected, disiapkan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bertarung di pasar kendaraan roda dua Tanah Air, termasuk melalui dealernya untuk wilayah Kalselteng, PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Banjarmasin. Skutik bergaya retro ini hadir dalam dua tipe, Neo dan Lux
Setelah meluncur lebih dulu di Vietnam dan Thailand, skutik bergaya retro modern, Grand Filano diproduksi dalam negeri.
“Diproduksi di Indonesia, di pabrik kami di Karawang (Jawa Barat). Jadi 100 persen (buatan) Indonesia,” terang President Director & CEO PT YIMM, Dyonisius Beti, usai peluncuran di Hotel St Regis, Jakarta, Selasa (17/1).
Setelah diproduksi di Kerawang ,Grand Filano Hybrid-Connected semakin unggul di kelasnya dengan penyematan fitur-fitur canggih. Seperti pencahayaan sudah menggunakan teknologi LED. Bentuk cover headlamp menyerupai diamond.
Selain itu diberikan Unique LED Position Light. Begitupun dengan sepasang sein berbentuk vertical, tertanam di tiap sisi tameng depan. Serta terdapat lampu LED di dalam bagasi.
Menampilkan layar spidometer digital, bagian bawahnya ada TFT Sub Display. Di situ terdapat animasi Welcome dan Goodbye Message, indikator bensin, odometer, trip, konsumsi BBM realtime, AVG konsumsi BBM, dan voltase baterai. Paling menarik ada siluet Grand Filano dengan gambar petir di bagian tengahnya. Mengindikasikan kalau Power Assist sedang aktif.
Lebih lanjut diberikan Electric Power Socket dan di bawahnya ada Spacious Front Pocket. Menggunakan Smart Key System (keyless) yang dilengkapi dengan fitur Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.
Untuk kepraktisan, ada bagasi sebesar 27 liter, Convenience Hook Carabiner, gantungan dengan sistem pengunci model carabiner sehingga lebih praktis saat membawa banyak barang.
Serta Smart Front Refuel buat pengisian bahan bakar agar praktis tanpa membuka jok. Tak lupa pula lampu Hazard untuk memberi tanda dalam situasi darurat.

Mengadopsi floor dek rata dan luas. Footpeg buat pembonceng bisa dilipat, jadi secara estetika lebih baik dan rapi. Pakai jok model menyatu dengan desain premium bertekstur bordir yang unik (khusus Lux).
Tak hanya itu, ia juga sudah dibenamkan fitur konektivitas, sehingga gawai pengendara bisa tersambung ke sepeda motor lewat aplikasi Y-Connect.
Dengan demikian, pengguna mudah mendapat informasi terkait notifikasi telepon dan pesan masuk di dasbor motor, informasi konsumsi bahan bakar, lokasi parkir terakhir, rekomendasi perawatan yang menunjukan kondisi aki dan oli, monitoring konsumsi bahan bakar, notifikasi malfungsi sampai dengan Revs Dashboard.
Sisanya side stand switch, Eco indikator, Smart Lock, tangki bensin 4,4 liter, one push start, serta Smart Motor Generator (SMG).
Dengan dapur pacu berkubikasi 125 cc, 1-silinder, SOHC, 2-katup, sepeda motor matik ini ini disemati pendingin udara dan berpengabut injeksi Blue Core. Konfigurasi enjinnya overstroke. Panjang langkah 57,9 mm dan diameter piston 52,4 mm. Sedang perbandingan kompresi 11:1, mampu menyemburkan tenaga maksimal 8,1 Hp di 6.500 rpm dan torsi puncak 10,4 Nm di 5.000 rpm.
Sama seperti Fazzio, mesin bakarnya dikawinkan dengan teknologi hybrid ringan. Teknologinya fokus kepada dua sumber tenaga yang saling berkaitan, yakni power dari mesin konvensional serta tenaga yang disuplai dari Electric Power Assist Start (EPAS). Untuk mendukung dua sektor tadi ada sejumlah komponen yang saling menunjang, antara lain Smart Motor Generator (SMG), baterai (aki), dan Starter Generator Control Unit (SGCU).
Dalam kondisi normal, baterai atau aki berfungsi layaknya motor pada umumnya, yakni untuk menghidupkan kendaraan. Setelah motor menyala daya baterai langsung diisi (charge) kembali oleh komponen SMG.
Kemudian EPAS yang bersumber dari aki berfungsi untuk memberikan tenaga tambahan pada 3 detik pertama saat tuas gas diputar. Tenaga itu adalah hasil dari mesin konvensional dan EPAS-nya, sehingga akselerasi awal lebih bertenaga dan halus ketika di medan menanjak atau berboncengan.
Lepas dari 3 detik pertama, secara otomatis EPAS-nya mati dan mesin konvensional saja yang bekerja. Namun ketika kembali berhenti kemudian memutar tuas lagi sistem EPAS dan mesin konvensional kembali aktif selama 3 detik. Begitu seterusnya.
Selain itu, untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar dan sistem hybrid, Grand Filano juga dibekali dengan Stop Start System (SSS). Ketika diaktifkan, mesin motor bisa mati secara otomatis pada saat berhenti sejenak (5 detik) atau di lampu merah. Fitur ini sejatinya dirancang untuk mengurangi konsumsi pemakaian BBM yang tidak perlu dan menurunkan emisi gas buang.
Untuk kategori sepeda motor kelas 125 cc yang diproduksi di dalam negeri, Grand Filano tergolong istimewa. Sebab punya beragam fitur canggih yang tak dimiliki kompetitor. Sebut saja seperti mesin dengan teknologi hybrid, TFT Sub Display dan fitur konektivitas Y-connect. (yb/foto: yimm)