PELAIHARI, Banuapost.co.id- Angin kencang disertai hujan deras atau badai terjadi pada Kamis (13/11/2025) pagi mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan rumah terdampak, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya jalan sempat ditutup akibat terhalang pohon yang tumbang.
Di dalam kota Pelaihari angin kencang diserta hujan deras itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita, mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Samudera dan Jalan Pangeran Antasari serta di Jalan Antesa.
Di Jalan Samudera petugas kebersihan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKP-LH) Tala dibantu petugas Dinas Perhubungan Tala terpaksa menutup jalan untuk membersihkan dahan dan ranting pohon yang menutup jalan, sekitar satu jam pembersihan lokasi sampai akhirnya pengendara dapat melintas kembali.
Di Jalan Pangeran Antasari yang tepat berada di depan rumah dinas Wakil Bupati Tala pohon tumbang merusak dua lapak pedagang kuliner, pohon juga membuat patah tiang listrik yang ditimpanya.
Sedang di Jalan Antesa, Kelurahan Angsau, pohon rambutan tumbang menutup jalan lingkungan.
Di Kecamatan Jorong, pohon tumbang menimpa sebuah rumah lansia di RT 13 RW 004 Dusun Banjar Arum, Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong.
Di Kecamatan Kurau, angin kencang terjadi di Desa Raden yang membuat dua rumah warga terdampak, salah satu rumah atap bagian dapurnya habis dibawa angin.
Alamsyah pengelola lapak kuliner Lapangan Tugu mengatakan kejadian pohon tumbang di Jalan Pangeran Antasari itu sekitar pukul 06.00 Wita. Ia berterima kasih kepada dinas terkait yang sigap menangani pohon yang tumbang.
“Pohon ini tumbang pagi tadi, merusak dua lapak pedagang kuliner dan satu tiang listik patah,” kata Alamsyah sambil mengatakan terima kasih kepada petugas dari DPRKPLH yang sigap merapikan pohon tumbang itu.
Kepala DPRKP-LH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kusuma mengatakan, pagi Kamis ini mereka mendapatkan informasi adanya pohon tumbang yang berpotensi menggangu kelancaran lalu lintas di Jalan Pangeran Samudera dan Jalan Pangeran Antasari.
“Di Jalan Samudera pohon menutupi seluruh badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas,” kata Erzandi.
Petugas kebersihan DPRKP-LH dibantu Dinas Perhubungan Tala melakukan penutupan jalan smentara dilakukan pembersihan. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih untuk membebaskan jalan dari reruntuhan pohon tumbang.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan, saat ini sudah ada laporan masuk rumah yang terdampak angin kencang.
“Kami masih melakukan pendataan berapa rumah yang terdampak angin kencang tersebut, sampai saat ini baru dari Desa Raden yang ada laporannya,” kata Kalaksa BPBD Tala. (zkl/foto: ist)