PELAIHARI, Banuapost,co.id- Setelah berupaya bertahan di rumah masing-masing yang tergenang banjir, ratusan warga akhirnya mengungsi ke Pondok Pesantren Ubudiyah, Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati.
Sampai Selasa (6/1/2026) siang, jumlah pengungsi yang berada di penampungan Ponpes Ubudiyah mencapai 91 kepala keluarga atau 270 jiwa. Mereka datang dari Desa Benua Raya 64 KK, Desa Bati-Bati 12 KK kedua desa berada di Kecamatan Bati-Bati, 15 KK lainnya berasal dari Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau.
Warga mengaku terpaksa mengungsi karena air semakin tinggi menggenangi rumah mereka, sebelumnya mereka bertahan di rumah masing-masing, meski air sudah menggenang setinggi 10 sentimeter.
Kartaniah, warga RT 4 Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, mengaku ia dan tiga anggota keluarga lainnya memilih mengungsi setelah air semakin tinggi. “Kami takut, kalau air terus naik, saat ini ketinggian air di dalam rumah kami sudah mencapai 1 meter,” kata Kartaniah.
Kordinator Posko pengungsian Ponpes Ubudiyah, Muhammad Habibi, mengatakan, pengungsi sudah mulai berdatangan sejak Kamis lalu dan mulai bertambah sejak Minggu (3/1/2026) siang sudah tercatat 91 KK atau 270 jiwa.
Menurut M Habibi, selain tempat pengungsian, pengelola juga menyediakan dapur umum untuk para pengungsi, setiap harinya membuat makanan siap saji sekitar 300 bungkus.
“Kami juga menyiapkan dapur umum untuk para pengungsi dengan memanfaatkan tenaga relawan dan ibu-ibu yang mengungsi,” kata M Habibi.
Para pengungsi juga mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas Puskesmas Bati-Bati yang dikerahkan Dinas Kesehatan Tala.
Sementara itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, sampai saat ini, sampai Senin (5/1/2026) sore, jumlah rumah yang tergenang mencapai 2.504 buah atau dihuni sekitar 8.304 jiwa, masih ada seribu lebih rumah yang terdampak banjir.
Banjir yang menerjang Tala menggenangi pemukiman di Kecamatan Kurau, Kecamatan Bumi Makmur, Kecamatan Bati-Bati, Kecamatan Tambang Ulang, Kecamatan Pelaihari, Kecamatan Bajuin.
Selain rumah banjir juga menggenangi jalan provinsi di Kecamatan Bumi Makmur dan Kecamatan Bumi Makmur. Di Kecamatan Bumi Makmur banjir menggenangi sekitar 300 meter ruas jalan di Desa Bumi Harapan, sedangkan di Desa Kurau, banjir menggenangi hampir sekitar 500 meter di kawasan Pasar Ahad. Pemerintah Tanah Laut sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Tala H Rahmat Trianto menyatakan Tala saat ini dalam status Siaga Banjir. Pemerintah melalui dapur umum yang dikelola Dinas Sosial Tala menyiapkan 3.800 bungkus untuk makan siang dan makan sore warga korban banjir. (zkl/foto: zul)