PELAIHARI, banuapost.co.id – Bupati Kabupaten Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto mengatakan santri yang diwisuda sebagai harapan bagi keberlanjutan generasi Qur’ani di Bumi Tuntung Pandang. Hal ini disampaiknya saat menghadiri Batamat Al-Qur’an dan Wisuda Santri BKPRMI ke-38 di RTH Kijang Mas Pelaihari, Selasa (25/8).
Pada Batamat Al-Qur’an dan Wisuda Santri BKPRMI ke-38 ini diikuti 1.726 santri dari seluruh kecamatan di Tala.
Bupati mengingatkan para santri agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an. Kemampuan membaca harus terus ditingkatkan, begitu pula hafalan bagi yang telah menghafal beberapa juz.
“Yang bacaannya masih terbata-bata terus ditingkatkan, yang hafalannya masih dua, tiga juz ditingkatkan kembali, sampai khatam,” katanya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh santri agar kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi pencapaian, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua serta guru, ustadz dan ustadzah yang dengan sabar membimbing para santri. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan kesabaran dalam proses pendidikan.
Pada kesempatan itu. bupati turut menyerahkan santunan kepada 100 penerima diantaranya hafiz Al-Qur’an kurang mampu, anak yatim dan marbot masjid dari Bank Kalsel, serta santunan untuk guru agama yang meninggal dari BPJS Ketenagakerjaan.
Pada acara itu, bupati mewisuda beberapa perwakilan santri dan dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah Tala, Ismail Fahmi dan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Hairin.
Turut hadir, Ketua GOW, Hj Wiwi Zazuli, Ketua DWP, Nor Aida Fahmi, perwakilan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, Plh Kepala Kantor Kemenag Tala, HM Wahyudi sekaligus Pjs Ketua BKPRMI Tala, para ustadz-ustadzah dan orang tua santri. (zkl/foto: zul)