KARANGANYAR, banuapost.co.id–
Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI), memiliki tanggungjawab dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa.
“Ini karena ISRI sebagai gerakan intelektual atau
cendikiawan yang berhaluan nasionalis atau kebangsaan,” tegas Sekjen Dewan
Pengurus Nasional ISRI, Cahyo Gani Saputro, dalam sambutan pada deklarasi ISRI Kabupaten
Karanganyar, Jumat (5/4).
Di tahun politik ini, sambung Cahyo, berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) menjadi fenomena.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi ISRI dan kaum
terdidik Indonesia lainnya, untuk menangkal dan meluruskannya,” jelasnya.
Dalam pesta demokrasi yang sedang berlangsung, lanjut
Cahyo, tentunya sudah menjadi tujuan seluruh rakyat memilih pemimpin yang dapat
mensejahterakan kehidupan.
Hal itu dapat berjalan baik, bila didukung partisipasi
rakyat dengan menjaga iklim demokrasi yang sehat, tidak memaksakan kehendak dan
demokrasi tidak dibumbui intimidasi serta teror.
“Sebab selain akan menciderai dan merusak demokrasi, juga
merusak citra Indonesia sebagai negara yang mengalami kemajuan demokrasi luar
biasa sejak era reformasi hingga saat ini,” tandasnya.
Sementara Ketua Dewan Pengurus Cabang ISRI Karanganyar,
Heru Susanto Wahyu Saputro, mengapresiasi program-program pemerintah pusat dan
daerah, karena sangat dapat dirasakan masyarakat.
“Terutama pembangunan bidang infrastruktur, pertanahan
dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Tentunya program-program, lanjut Heru, harus terus
berlanjut. Apalagi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Ke depan harus
lebih menyentuh pada pemberdayaan kemampuan manusia Indonesia untuk
berkompetisi.
“Sehingga selain diberikan modal keuangan dengan bunga
terjangkau, juga modal kemampuan hard skill dan soft skill serta kompetensi di bidangnya,”
ujar Heru.
Deklarasi ISRI Kabupaten Karanganyar ini dihadiri Alumni
GSNI, Alumni GMNI, Pemuda Demokrat Indonesia, GMNI dan Gerakan Pemuda
Marhaenis, Keluarga Besar Marhaenis serta Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto. (*/yb/foto: ist)
