BANJARBARU, banuapost.co.id–
Program Revolusi Hijau yang digelorakan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, dalam
inovasi pengelolaan hutan serta lingkungan hidup, saat ini konsepnya sedang
digodok secara nasional.
“Saya beri penghargaan yang tinggi dan terima kasih
kepada Bapak Gubernur Kalsel atas konsep Revolusi Hijau Kalsel. Ini merupakan
salah satu konsep yang sedang kita ramu, kita rangkum sedapatnya kita
kembangkan secara nasional,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti
Nurbaya.
Menteri mengungkapkan itu dalam acara serah terima
Tanaman Hutan Kota dari Kementerian LHK kepada Pemprov Kalsel di Miniatur Hutan
Hujan Tropis (MH2T) di kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa
(30/7).
Menurut menteri, berdasarkan hasil evaluasi tanaman
dengan intensitas sampling 40 persen pada 108 peta ukur mewakili luas 25 hektare
luas lahan yang didanai APBN KLHK ini, diperolah persentase keberhasilan tumbuh
sekitar 90,6 persen.
Kondisi ini tentu sangat membanggakan, apalagi jenis
tanaman yang ada di MH2Tmerupakan jenis tanaman fast growing spesies dan jenis tanaman endemik yang mulai langka, seperti
meranti, ulin, sengon jabon dan kapuk randu.
Terlebih lagi, seluas 25 Ha hutan kota yang diserahkan, beberapa
pohonnya sudah ada yang diberikan scan
barcode. Tujuannya agar administrasi pohon dapat terlacak melalui sistem aplikasi
qr. Code yang tersedia bebas di android.
Jangan
terlena
Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengingatan
jangan sampai terlena dengan dengan pujian. Tapi terus berinovasi yang terbaik
bagi daerah.
“Terima kasih atas pujian ibu menteri, namun kita jangan
sampai terlena. Paling penting, upaya kita dalam memberikan inovasi yang
terbaik kepada daerah,” ucap Paman Birin
Di 2019 ini, lanjut gubernur, Pemprov Kalsel telah
membangun persemaian di 9 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Di 2020 dilanjutkan
dengan pembangunan persemaian modern dengan luas areal 15 hektare.
Pembangunan persemaian modern terpadu, juga dibangun PT
Hutan Rindang Banua seluas 40 hektare. Pembangunan persemaian diharapkan akan
memenuhi kebutuhan bibit untuk target penanaman seluas 32.000 hektare per
tahun.
Lahan
kritis teratasi
Sedang menurut Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq,
selama 2019 melalui satuan kerja balai pengeloaan DAS HL Barito, ditarget pembuatan tanaman RHL dalam rangka
pemulihan DAS seluas 8.300 Ha sebagai bagian dari target nasional seluas
206.000 Ha.
Pembuatan tanaman RHL ini dilaksanakan di 5 kelompok
pengelolaan hutan di wilayah Kalsel, KPH Tanah Laut, Pulau Sebuku, Balangan,
Hulu Sungai dan Kayutangi.
“Kami optimis dapat menanam dilahan seluas 32 ribu Ha
pada 2019-2020. Jika konsisten, maka 20
tahun mendatang lahan kritis di Kalsel bisa teratasi,” ujar Hanif.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalsel mengukuhkan Tim Pengendali dan Pembina Rehabilitasi Hutan
dan Lahan lingkup balai daerah aliran sungai dan hutan lindung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan
prasasti serahterima tanaman hutan kota dari KLHK kepada Pemprov Kalsel,
penandatanganan kerjasama pembangunan persemaian semi permanen dari dana CSR
antara Dinas Kehutanan dan IPPKH, penyerahan tanaman rehab DAS PT TIA dari
Dishut ke KTH Alimpung.
Sebelumnya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengunjungi Taman
Hutan Raya Mandiangin untuk peletakkan batu pertama pembangunan Plaza Jokowi di
Tahura Kabupaten Banjar (dev/foto: hum)
