JAKARTA, banuapost.co.id– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menantang Menteri BUMN Erick Thohir, berani merekrut generasi muda untuk ikut berkiprah di perusahaan plat merah tersebut.
“Kami tantang senior Bang
Erick untuk mengisi pimpinan-pimpinan puncak di BUMN dengan generasi milenial,”
ucap Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming, di Jakarta,
Selasa (17/12), menjawab awak media terkait bersih-bersih yang tengah dilakukan
Erick di perusahaan-perusahaan di bawah kementeriannya itu.
Bahkan tidak hanya di
BUMN, lanjut CEO Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang membawahi 55 entitas
anak perusahaan itu, di lembaga lainnya pun harusnya ruang kepemimpinan untuk
generasi milenial mulai dibuka selebar-lebarnya.
“Ini karena kita akan
menghadapi bonus demografi 2030 – 2040. Penting dari sekarang kita
mempersiapkan generasi milenial untuk 10 tahun mendatang,” jelasnya.
Generasi muda, sambung
Mardani, harus mulai dilatih dan dipersiapkan dari sekarang, agar mampu
bersaing dengan milenial-milenial dari negara lain di era pasar tenaga kerja
yang semakin terbuka dan bebas antar negara.
Menurut Ketua Umum Asosiasi
Pemerintah Kabupaten Seluruh Indoonesia (APKASI) itu, BUMN-BUMN perlu segera
melakukan regenerasi kepemimpinan. Terutama di level manajemen menengah dan
atas, termasuk tingkat direksi atau minimal pada level komisaris.
Regenerasi ini dibutuhkan,
agar BUMN-BUMN semakin adaptif. Selama ini penyebab BUMN agak lamban, karena regenerasinya
juga lambat. Sehingga belum punya sosok-sosok yang muda-muda.
Padahal di era industri
4.0 ini, rata-rata korporasi-korporasi kakap dan terkaya dunia, telah
dikendalikan generasi-generasi muda.
“Korporasi-korporasi kakap
ini dikelola anak-anak muda dengan siklus perkembangan cepat dan sangat
inovatif. Apalagi generasi lama sebagian besar sudah gagap dengan perkembangan
teknologi. Bagaimana BUMN kita bisa adaptif,” tandas Bupati Tanah Bumbu, Kalsel,
kedua dua periode itu.
Di tangan anak-anak muda,
tambah Mardani, selain tak perlu waktu lama bagi sebuah perusahaan untuk
menjadi besar, regenerasi ini juga sebagai upaya mempersiapkan kepemimpinan
untuk generasi mendatang.
“Karena itu mestinya
disiapkan dan diberi kesempatan dari sekarang. Jangan jauh-jauh,” tegasnya.
Sebagai ilustrasi, Mardani
menganalogikannya dengan kekalahan Garuda Muda atas Vietnam di SEA Games, belum
lama tadi.
“Penduduk Vietnam hanya
sebanyak Jawa Barat. Tapi mereka menyiapkan pemainnya dari masih bocah, sejak
dini. Sedang Indonesia, pas sudah gede baru diambil. Kalah pengalamanlah,” pungkasnya.
(yb/b2n/foto: ist)
