KOTABARU, banuapost.co.id- Seribu benih kepiting bakau dilepas Danlanal Kotabaru, Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, di kawasan lahan mangrove masyarakat binaan Lanal setempat, Desa Sebelimbingan, Pulau Laut Utara, Senin (16/12).
Dalam kegiatan ini, danlanal juga didampingi Ketua
Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II, Ny Rike Guruh Dwi Yudhanto, perwira
serta Babinpotmar Lanal Kotabaru.
Kegiatan ini merupakan salah satu cara pembinaan potensi
maritim dengan sasaran warga pesisir, agar mulai membudidayakan hasil alam, berupa
kepiting bakau.
Awal mulanya, kepiting bakau hanya dianggap sebagai hama
oleh para petani tambak. Karena seringkali membuat kebocoran pada pematang
tambak.
Namun ketika kepiting mempunyai nilai ekonomis yang cukup
tinggi, kini keberadaannya banyak diburu dan ditangkap para nelayan. Bahkan
sekarang ini, kepiting bakau juga sudah banyak dibudidayakan secara tradisional
di tambak.
Menurut Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, kepiting
bakau merupakan salah satu dari sekian banyak komoditas perikanan pantai yang
mempunyai nilai ekonomis cukup penting.
“Sehingga perlunya menginisiasi pembudidayaan hasil
laut melalui Potmar Lanal Kotabaru di lahan masyarakat binaan Lanal Kotabaru,”
jelasnya, Selasa (17/12).
Budidaya kepiting bakau, lanjut Guruh, selain bernilai
ekonomis, juga berdampak positif sebagai penyerapan tenaga kerja pada
masyarakat sekitar tambak.
“Masyarakat dapat belajar bagaimana cara membudidayakan
kepiting bakau ini dengan memanfaatkan lahan mangrove,” katanya. (her/foto: ist)
