PELAIHARI, banuapost.co.id- Belasan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanah Laut, mengaku kecewa tidak dapat mengikuti test perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2020.
Meski
demikian, mereka kini tinggal berharap dari jalur mandiri dan Seleksi Bersama
Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN.
Kekecewaan
itu diungkapkan para pelajar MAN karena mereka sudah berjuang sejak kelas X
untuk terus berada di peringkat 10 besar. Bahkan kalau bisa menempati peringkat
pertama. Namun apa mau dikata, perjuangan mereka kandas akibat miss komunikasi
pihak sekolah dengan siswa.
Menurut
Citra Kusumawardani, siswi kelas XII IPS 2, jalur SNMPTN merupakan jalur yang
sudah ia persiapkan sejak pertama masuk MAN Tala. Karena itu, ia berusaha
menjaga nilainya dengan baik dan mengikuti berbagai program untuk menambah
bekal ilmu pengetahuan.
“Sekarang
buat apa kerja keras saya dan kawan-kawan, kalau pada akhirnya tidak dapat
mengikuti SNMPTN,” kata Citra, saat dimintai komentarnya tentang gagalnya
pelajar MAN mengikuti SNMPTN.
“Saya
sungguh kecewa. Karena inilah salah satu jalan untuk masuk keperguruan yang
saya inginkan,” ujar siswa yang ingin
masuk Universitas Lambang Mangkurat itu.
Perasaan
kecewa juga diungkapkan Muhammad Azmi Salam. Siswa kelas XII MIA itu mengatakan,
jalur SNMPTN dapat menghemat biaya dibandingkan yang lainnya. Karena siswa
lebih mengandalkan nilai yang dihasilkan sejak kelas X.
“Intinya
SNMPTN dapat membuat kita berhemat saat akan masuk perguruan tinggi negeri,” jelas
M Azmi Salam saat dikonfirmasi Senin (17/2).
Dian
Rifa Jaya saat dikonfirmasi membenarkan siswanya gagal mengikuti test masuk
perguruan tinggi negeri. Namun untuk jelasnya, ia mengajak untuk menemui guru
yang ditunjuk menginput data ke penyelenggara SNMPTN.
Zainah,
guru yang ditungaskan mendampingi siswa untuk mendaftar jalur SNMPTN, mengaku
belum paham betul cara menginput data bagi siswanya, sampai akhirnya masa
pendaftaran berakhir.
“Pada
awalnya siswa mengatakan mencari sendiri website panitia SNMPTN, namun pada
akhirnya mereka kembali bertanya kepada saya,” imbuh Zainah saat dikonfirmasi
Senin (17/2).
Zainah
mengaku masih belum paham bagaimana memasukkan Pangkalan Data Sekolah Siswa
atau PDSS yang dilanjutkan dengan pemeringkatan oleh sekolah. Semua tahapan itu
tidak dilewati, termasuk pengumuman siswa yang eligible atau berhak mendaftar
SNMPTN.
Para
Siswa dan orang tua siswa berharap ke depannya, pihak sekolah harus lebih baik
lagi agar siswa dapat mengikuti jalur SNMPTN. (zkl/foto: zul yunus)