TANJUNG, banuapost.co.id– Seiring dengan dilaksanakannya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), 19 hingga 25 Februari mendatang, PT PLN (Persero) diimbau tidak melakukan pemeliharaan jaringan alias mematikan aliran.
Permintaan soal tidak melakukan pemeliharaan jaringan ini,
dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
(BKPP) Tabalong, H Wartoyo, Selasa (18/2).
Pasalnya, menurut H Wartoyo, sebanyak 4.256 peserta akan
mengikuti tes SKD yang akan dilaksakan mulai pukul 08:00 sampai 18:00 Wita.
“Jumlah sebanyak itu, karena Tabalong ditetapkan sebagai
salah satu kabupaten oleh Badan Kepagawaian Nasional (BKN) sebagai titik
mandiri mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan tes CPNS besok,”
jelasnya.
Untuk perangkat, menurut Wartoyo, sudah disiapkan 160
unit komputer. 150 untuk digunakan peserta, sedang 10 unitnya untuk cadangan.
“Dalam satu hari tes, dilakukan lima sesi. Setiap sesinya
akan diisi 150 peserta. Satu sesinya berlangsung selama 90 menit, jadi satu
harinya sebanyak 750 peserta akan mengikuti tes SKD,” ujar Wartoyo.
Namun demikian, sambung Wartoyo, untuk dua hari terakhir
kemungkinan tidak 5 sesi lagi. Karena dua hari terakhir tersebut, tinggal
menghabiskan sisa peserta yang ada.
“Oleh sebab itulah, agar pelaksanaan tes CPNS ini
berjalan lancar, kami juga sudah melayangkan surat resmi ke PLN agar tidak
melakukan pemeliharan jaringan ataupun mematikan listrik pada 19 hingga 25
Februari mendatang,” tandasnya .
Terpisah, panitia seleski dari BKN Regional 8
Banjarmasin, Puspa Sari, mengatakan, semua peralatan penunjang tes SKD, seperti
server dan aplikasi, sudah siap untuk digunakan.
“Hari ini semua peralatan sudah siap untuk digunakan. Kita
akan melibatkan lima orang dalam pelaksanaan CAT di Tabalong ini,” ujarnya. (sal/foto: ist)