JAKARTA, banuapost.co.id– Memasuki hari ke-6 observasi yang dilakukan, baik pemeriksaan fisik dan laboratorium, terhadap 188 ABK World Dream, keseluruhannya dalam keadaan sehat.
“Bahkan untuk pemeriksaan
virus korona (Covid-19)-nya negatif,” tegas juru bicara pemerintah terkait
penanganan wabah virus korona, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Kantor
Presiden, Jumat (6/3).
Selama observasi, sambung
Yuri, sapaan akrabnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan pagi dan sore, tidak ada
satu pun yang sakit, baik secara psikologis maupun fisik.
“Sehingga diharapkan
dalam waktu tidak lama lagi, setelah 14 hari, akan dilakukan pemeriksaan lagi
dan kemudian bisa dikembalikan ke keluarga masing-masing,” jelas Setditjen
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI itu.
Menurut Yuri, dari 188 ABK
ini, ada 16 orang di antaranya wanita, salah satunya dalam kondisi hamil 3
bulan. Suaminya juga ada di sana, dan kondisi kehamilan juga bagus.
Untuk penanganan ABK
World Dream ini di-back up dengan 35 tenaga kesehatan dari kemenkes. Terdiri
dari dokter spesialis paru, penyakit dalam, jantung, kemudian patologi klinik, dokter
umum dan perawat.
Satu dipisah
Menjelaskan penanganan
terhadap 69 ABK Diamond Princess yang sudah ada di Pulau Sebaru, gugusan
Kpulaian Seribu, Jakarta Utara, menurut Yuri, satu orang terpaksa dipisahkan.
“Kondisi fisiknya baik, tetapi
kita mencurigai kemungkinan dia tertular
Covid-19. Sekarang sudah kita isolasi di RS Persahabatan,” ujarnya.
Begitupun 10 anggota tim
medis yang bersama-sama menjemput ke Jepang, lanjut Yuri, juga diminta untuk
melaksanakan layanan, sekaligus observasi. Karena termasuk kategori kontak
dekat.
”Data awal untuk 10
tenaga medis ini, seluruhnya negatif. Kemudian kita bantu juga dengan
penambahan 20 tim medis, sehingga totalnya nanti akan menjadi 30 untuk
mendukung khusus Diamond Princess,” katanya. (yb/bgla/foto: ist)