MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Di tengah pembatasan sosial akibat Covid-19, Pemkab Barito Utara mengeluarkan kebijakan untuk mengratiskan pembayaran PDAM bagi pelanggannya.
Tidak hanya gratis air bersih selama penanganan virus korona, sebanyak 7.503 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu, juga diberi santunan sembako.
“Insya Allah, 13 April nanti, sudah bisa kita bagikan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Bupati Barito Utara, H Nadalsyah.
Oleh karena itu, lanjut H Koyem, sapaan akrabnya, kepada camat dan lurah untuk membantu pengawasan pembagian sembako tersebut supaya betul-betul tepat sasaran.
H Koyem mengungkapkan gratis pembayaran PDAM dan, pembagian sembako untuk yang tidak mampu, dalam rapat di rumah jabatan dengan kepala perangkat daerah, Camat/Lurah se Barito Utara, Kamis (9/4).
Koyem juga meminta para camat agar dapat berkoordinasi dengan pihak perusahaan di wilayahnya untuk bersama-sama pemerintah dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, terutama mobilitas para karyawan di perusahaan masing-masing.
“Saya menyurati perusahaan untuk tidak memberi cuti kepada karyawannya. Yang sudah terlajur cuti, tidak boleh kembali ke Muara Teweh sementara wabah virus corona ini masih ada,” jelasnya.
Menurut Koyem, Covid-19 sudah sampai ke Barito Utara. Bersumber dari warga yang baru datang dari kegiatan keagamaan di Gowa, Sulsel, hingga sempat sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP).
“Mereka sudah kita kirim ke Palangka Raya untuk mendapatkan pemeriksaan. Alhamdullah dari 10, tujuh dinyatakan negative. Sedang tiga, masih menunggu hasil laboratorium,” katanya.
Koyem berharap, tiga orang itu hasil pemeriksaan laboratariumnya negatif. Sehingga Kabupaten Barito Utara tetap menjadi daerah zona kuning. (arh/foto: ist)