KANDANGAN, banuapost.co.id– Duka mendalam disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar, kepada keluarga besar Bripka (Anumerta) Leonardo, Sabtu (6/6).
Pati Polri bintang tiga (Komjen) itu berkunjung beserta rombongan, Deputi 1 BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi 2 BNPT, Irjen Pol Budiono Sandi, Direktur Pencegahan BNPT, Irjen Hamli, Direktur Lindung BNPT, Brigjend Pol Herwan Chaidir.
Kemudian Direktur Penindakan BNPT, Brigjend Pol Torik Triyono, Direktur Gakkum BNPT, Brigjend Pol Edi Hartono, dan Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas, berkunjung ke rumah duka di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten HSS.
Dalam kunjungan itu, turut hadir Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sugeng Riyadi, dan Kapolres HSS, AKBP Siswoyo.
Kedatangan rombongan diterima istri almarhum Bripka (Anumerta) Leonardo beserta pihak keluarga lainnya.
Dalam silaturahmi itu, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi.
“Kami berdoa, semoga almarhum meninggal sebagai syahid. Karena kami tahu, almarhum meninggal dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan masyarakat,” ujar Boy Rafli Amar.
Kepala BNPT berharap kejadian yang cukup menggemparkan tersebut, tidak terulang lagi dikemudian hari, dan kasus terus ditindak lanjuti serta protap keamanan lebih ditingkatkan lagi.
“Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menyaring informasi, khususnya media internet dari hal-hal yang negatif. Apalagi mengandung SARA dan lainnya,” imbaunya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPT dan Kapolda Kalsel menyerahkan bantuan berupa santunan kepada keluarga korban.
Seperti diberitakan, Bripka (Anumerta) Leonardo gugur dalam tugas ketika tengah piket di Mapolsek Daha Selatan alkibat diserang pelaku teror, Senin (1/6) dinihari. Sedang pelakunya yang menggunakan samurai, Abdurahman (20), juga tewas setelah dihadiahi timah panas. (yb/*/foto: ist)