SAMPIT, banuapost.co.id– Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terdiri dari 14 desa dengan potensi hasil pangan yang berlimpah. Begitu pula objek wisata pantainya di Dusun Cemeti, Desa Satiruk, yang alami memiliki daya pikat tersendiri.
Kondisi demikian tak ditampik Camat Pulau Hanaut, Ir H.Eddy Mashami, termasuk berlimpahnya penganan dari hasil pertanian dan perkebunan.
“Namun kurang promosi. Karena selama ini hanya sebatas pemerintahan kecamatan dan kegiatan exspo kabupaten,” katanya ketika ditemui di kantornya, Selasa (21/7).
Sama halnya dengan objek wisata di Dusun Cemeti. Berbatasan langsung Laut Jawa, di pantai ini ada aneka ragam biota lautnya. Kondisi yang masih alami, tentu akan menjadi daya tarik para wisatawan mancanegara.
“Potensi Sumber Daya Alam (SDA) kecamatan ini peluangnya sangat besar untuk dipromosikan,” imbuh H Eddy.
Dijelaskan H Eddy, Pulau Hanaut terdiri dari 14 desa memiliki potensi fisik maupun non fisik, sosial, ekonomi dan kelembagaan yang bisa diatasi dengan baik.
Sedang pengelolaan potensi yang dikembangkan, di antaranya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bentuk pelatihan serta peningkatan pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA).
“Peningkatan SDA dengan pengelolaan dan pengembangan berbagai hasil perkebunan maupun pertanian, menjadikan produk unggulan seperti pengelolaan buah kelapa menjadi minyak Virgin Coconut Oil (VCO), jeruk lemon menjadi minuman water lemon, kopi dan jahe menjadi serbuk kopi jahe khas desa,” jelasnya.
Begitu juga buah musiman seperti durian yang terkenal dengan otak udangnya, saat musim membanjiri kecamatan ini. Tak hanya itu, kecamatan ini punya lahan pohon rumbia, yang diproses manual buat penganan untuk dijadikan tepung sagu, seperti diolah bubur dengan bermacam warna dan nama penganan.
Tak kalah hasil pertanian padi yang setiap tahun selalu surplus beras, menjadi penyumbang ketahanan pangan kedua setelah Kecamatan Teluk Sampit, Kotim.
Pengembangan tanaman padi Pulau Hanaut yang dikelola poktan varetas unggul, siam epang, ciherang dan cimelati.
“Pontensi yang akan dikembangkan lebih lanjut, yaitu pengelolaan hasil perkebunan dan pertanian yang selama ini sedang ditingkatkan agar wilayah ini menjadi acuan pengusaha maupun investor yang ingin berbisnis maupun kontrak kerja sama melebarkan usahanya,” ujarnya.
Di samping itu pula, pengembangan objek wisata yang ada di wilayah ini, perlu dukungan semua pihak agar kawasan pantai sekitar Dusun Cemeti tetap alami, seperti burung-burung maupun biota laut berkeliaran di sekitar pantai. (um/foto: ist)