BANJARMASIN– Perum Bulog Sub Divisi II Regional Kalimantan Selatan menggelar Operasi Pasar (OP) demi menunjang Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium.
KPSH ini berdasarkan Surat Menteri Perdagangan No 95 Tahun 2018, yang meminta Perum Bulog menggelar OP di seluruh Indonesia.
Menurut Kepala Perum Bulog Regional Kalsel, Awaludin Iqbal, KPSH ini merupakan upaya preventif pemerintah untuk menyikapi harga beras yang mulai menunjukkan kenaikan pada berbagai provinsi di Indonesia.
“Biasanya harga beras mengalami kenaikan menjelang akhir tahun. Makanya kami ingin mengantisipasi inflasi itu dengan melakukan OP serentak di Indonesia,” katanya.
Indikator kenaikan harga beras, lanjut Awaludin, sering terjadi saat pergantian akhir tahun, sekitaran bulan November – Januari nanti.
Oleh karena itu, pihaknya melaksanakan OP pada Kota Banjarmasin dengan 6 titik pasar yang menjadi target.
Diterangkannya, stock dan harga beras medium di Provinsi Kalsel masih dalam kondisi stabil, yaitu dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.950.
“Jadi sebelum terjadi lonjakan HET pada beras di Kalsel, kita sudah mengatasinya dengan OP ini,” jelasnya, Selasa (4/9).
Bahkan Awaludin menjamin stock beras yang dimiliki Perum Bulog bisa dipertahankan sampai pertengahan tahun 2019 mendatang.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, mengaspresiasi kegiatan yang dilaksanakan Perum Bulog ini, karena sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait harga dan stok beras.
“Saya mengharapkan beras Bulog ini bisa diterima masyarakat. Karena beras yang diluncurkan ini sudah bagus,” jelasnya. (emy/foto: deny yunus)