BATULICIN, banuapost.co.id– Dua periode atau 10 tahun jadi penghuni ‘Rumah Banjar’, mantan Anggota DPRD Kalsel, Syafruddin H Maming, sadar betul akan sikap seorang negarawan.
Padahal bagi sebagian orang, tak jarang emosilah yang datang ketika sesuatu hak milik dirusak atau diserang dengan statemen yang menyudutkan.
Apalagi menjelang perhelatan pesta demokrasi lima tahunan dalam suksesi kepemimpinan daerah, dimana menjadi salah satu kontestannya.
Ujian seperti itulah kini dirundung duet milenial, Syafruddin H Maming (SHM) dan M Alpiya Rahman (MAR) yang diusung tiga partai politik, PDI Perjuangan, Gerindra dan PPP, dalam suksesi kepemimpinan Kabupaten Tanah Bumbu 2020, Desember mendatang.
Meski belum penetapan calon dan nomor urut calon, suhu politik di Bumi Bersujud agaknya mulai menghangat. Bagaimana tidak. Ternyata ada oknum yang mulai memancing untuk memperkeruh suasana.
Baliho pasangan SHM-MAR yang dipasang di kawasan Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, sejak memproklamirkan diri berkompetisi di Pilkada Tanbu 2020, sudah ada yang merobek.
Kondisi rusaknya baliho ini, tak urung mengusik anggota tim sukses duet SHM-MAR untuk angkat bicara. Karena perobekan baliho tersebut, tujuannya ditengarai untuk memecah belah akar rumput.
“Padahal baliho dipasang di posisi yang sama sekali tak mengganggu aktivitas warga. Terlebih sudah minta ijin dengan pihak KPUD dan Bawaslu,” ujar anggota Tim Sukses SHM-MAR, H Hawajah, Sabtu (19/9).
Sementara Cuncung, sapaan akrab Syaruddin H Maming, menunjukkan sikap kenegarawannya. Selain nyaris tak memberikan reaksi atas perobekan baliho itu, juga menilainya sebagai hal biasa-biasa saja.
Meski demikian, seperti juga ketika hadir di Konferensi Cabang DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Bumbu, Sabtu (19/9), Cuncung mengingatkan agar sama-sama menjaga kesatuan dan persatuan, sehingga tidak terpecah belah.
“Kalah dan menang itu hal biasa dan sesuatu yang wajar. Karena itu siapapun pemenangnya, dialah putra putri terbaik untuk membangun daerah,” tegas Cuncung. (yb/*/foto: jlb)
.