PELAIHARI, banuapost.co.id– Keluarga asal Maros, Sulawesi Selatan, tebas leher istri. Beruntung ibu rumah tangga itu, tak tewas.
Ny Salma (30), korban, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Sementara sang suami, Mappiati (33), usai membuat sang istri bersimbah darah, kabur dengan mengendarai sepeda motor.
Kejadian yang sempat membuat geger warga Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (26/9) pagi, diawali dengan cecok.
Menurut beberapa warga setempat, pelaku sebelum kabur menggunakan sepeda motor, sempat berucap sudah membunuh istrinya.
Keluarga korban yang mendengar pengakuan, bergegas masuk ke dalam rumah. Benar saja, Ny Salma tengah tergeletak dengan darah berhamburan di dalam rumah yang tidak jauh dari masjid dan kantor desa itu.
Korban dengan dibantu Ketua RT setempat dibawa keluarga ke RSUD Hadji Boejasin. Saat ini korban sudah berada di ruang perawatan setelah menjalani operasi tadi malam.
Pasangan yang dikarunia dua anak ini, menurut informasi tetangga sekitarnya, sejak tinggal di Muara Kintap memang sering ribut. Sebelumnya pasutri ini pernah tinggal di Muara Asam Asam.
Meski sudah bertahun-tahun tinggal di Kalsel, keduanya masih memiliki status kependudukan Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Mereka beberapa waktu terakhir memang sering ribut. Hampir setiap hari terdengar percekcokan,” ujar warga yang tak mau disebutkan jati dirinya itu.
“Mereka baru beberapa bulan tinggal di sini, sebelumnya sempat tinggal di Muara Asam-Asam,” imbuh warga itu lagi.
Kapolsek Kintap, Iptu Endris Ary Dinindra, yang diminta konfirmasnya, membenarkan adanya kejadian kekerasan dalam rumah tangga,
Namun demikian, kapolsek belum berani menyimpulkan apa penyebab terjadinya peristiwa yang menggegerkan warga Muara Kintap itu.
“Kita masih menunggu keterangan warga yang saat ini ikut mengantar korban ke rumah sakit di Pelaihari,” ujar kapolsek, Ahad (27/9) pagi.
“Jadi kita belum dapat menyimpulkan apa penyebab kejadian tersebut. Kami bersyukur, korban dapat terselamatkan nyawanya,” sambung kapolsek. (zkl/foto: ist)