BATULICIN, banuapost.co.id– Dukungan untuk paslon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar-M Rusli (ZR), terus mengalir.
Jika sebelumnya dari masyarakat, tokoh dan pengasuh pondok pesantren, kali ini datang dari perkumpulan Guru Agama di kabupaten tersebut.
“Kami saat ini sedang berkumpul dalam rangka menyatakan dukungan kepada Bapak dr H Zairullah Azhar dan M Rusli menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu,” kata Guru M Mulyadi, Ahad (4/10).
Selain menyatakan dukungan, Guru Muhammad juga mendoakan pasangan dengan abreviasi ZR, panjang umur serta disehatkan badan.
“Sehingga bisa memimpin masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu,” tandasnya.
Dukungan juga diutarakan Pengasuh Ponpes Al Asmaul Husna Tanah Bumbu, Al Faqir Abdul Haris. “Mudahan niat kita dikabulkan Allah SWT. Dan Bapak Bupati Zairullah Azhar serta wakilnya Bapak M Rusli dapat menjadikan Tanah Bumbu sebagai kabupaten yang penuh keberkahan,” imbuh Al Faqir Abdul Haris yang diamini pengasuh lain di pondok pesantren itu.
Seperti diketahui, kontestasi Pilkada Tanah Bumbu 2020, diikuti tiga paslon. Dari tiga paslon itu, dua di antaranya maju dari jalur partai politik.
Salah satu paslon dengan nomor urut 3, Zairullah Azhar-M Rusli, diusung lima parpol pemiliki kursi di DPRD Tanbu, yakni, PKB, Golkar, PKS, PAN dan NasDem, serta didukung empat parpol nonparlemen, Perindo, Hanura, Demokrat dan Garuda.
Hasil survey Charta Politika periode September 2020, elektabilitas pasangan Zairullah Azhar-M Rusli, 42,9 persen. Atau unggul dari dua pasangan lainnya.
Sementara elektabilitas nomor urut 1, Syafruddin H Maming (SHM)-M Alpiya Rahman (MAR) 22,5 persen. Kemudian paslon dari jalur independen alias kada bapartaian dengan nomor urut 2, Mila Karmila-Zainal Arifin, hanya 5,6 persen. Sedang responden yang tidak menjawab atau tidak tahu pada polling itu, 29,0 persen.
Keunggulan dikuatkan Lembaga Survei Indikator. Berdasarkan survei lembaga ini, ZR meraih suara sebesar 59,8 persen. Berikutnya SHM-MAR 20,1 persen dan Mila Karmila-Zainal Arifin 1,5 persen. Sedang responden tidak tahu atau tidak menjawab 18,5 persen. (emy/foto: ist)