BANJARMASIN– Seorang mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin yang ikut unjuk rasa di DPRD Kalsel, Widia Wasisa, terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Kalsel, Jumat (14/9).
Mahasiswi semester lima Fakultas Syariah UIN Antasari ini, mengalami sejumlah luka saat diamankan polisi. Termasuk luka akibat gigitan K9 (anjing pecacak) petugas kepolisian.
Menurut Widia, ia digigit anjing di paha kiri. Selain itu akibat sempat meronta coba melepaskan diri dari gigitan anjing, ia beberapa kali terjatuh sehingga menyebabkan luka di kakinya.
“Setelah itu ada yang membawa saya ke pos satpam di kantor dewan. Terus saya minta dibawa ke rumah sakit. Oleh polisi, saya dibawa ke RS Bhayangkara,” beber Widia.
Meski hanya luka ringan, namun dokter menyuntiknya dengan obat anti rabies. “Untuk anti rabies ini perlu lima kali disuntik. Ini kan baru satu, jadi saya harus empat kali lagi kembali untuk disuntik anti rabies,” kata Widia ditemui di ruang tunggu depan IGD RS Bhayangkara.
Menurut Widia, ia tidak ingat persis bagaimana anjing kepolisian itu bisa menggigitnya. Karena saat polisi mengamankan massa, kondisinya sangata kacau.
Aksi polisi itu, kata Widia, terjadi di halaman kantor dewan, saat massa ingin membubarkan diri.
“Waktu itu cuma satu orang yang menemui kami. Jadi kami membubarkan diri dan berencana kembali lagi setelah Sholat Jumat. Ternyata saat di halaman, polisi menangkapi kami,” tandas Widia. (emy/foto: deny yunus)