BANJARBARU– Pengembangan Bandara Syamsudin Noor akan memberikan multi efek positif bagi pembangunan di Kalsel. Karena itulah, optimalisasi keberadaan bandara harus diiringi dengan pengembangan sumber daya lokal yang berkompeten.
“Salah satunya, pentingnya pendirian lembaga pendidikan ke bandaraan,” ujar Sekdaprov Kalsel, Drs Abdul Haris, saat membuka dialog publik dengan Tema Mengambil Peluang dari Pengembangan Bandara Syamsudin Noor untuk Masyarakat Kalsel, Sabtu (15/9).
Pengembangan kompetensi, lanjut sekda, agar masyarakat tidak menjadi penonton. Karena itulah, ini menjadi tugas semua, bukan hanya pemerintah provinsi maupun kabupaten kota.
Pemerintah daerah harus mengambil peran dengan membangun sekolah kebandarudaraan ke depanya.
“Kita perlu menyiapkan SDM. Itu bisa didapat dengan membangun sekolah kebandaraan, atau pelatihan pelatihan lainya. Ini penting agar masyarakat kita tidak menjadi penonton,” tandas sekda.
Perkembangan arus mobilisasi penumpang di Bandara Syamsudin Noor, sambung sekda, terus mengalami kenaikan sepanjang 2017. Jumlah penumpang yang datang mencapai 1,81 juta orang atau naik sebesar 2,44 persen dibandingkan 2016 yang berjumlah 1,76 juta orang.
Sedang penumpang yang berangkat pada 2017 mencapai 1,78 juta orang atau naik 1,30 persen dibandingkan 2016 yang hanya 1,76 juta orang.
“Tren kenaikan ini menunjukan, Bandara Syamsudin Noor memiliki peran strategis terhadap mobilitas penumpang. Ini menjadi penting bagi kita untuk mencermati, terutama dalam proses dalam percepatan pembangunan,” jelasnya. (syh/bdm/foto: hum)