SAMPIT, banuapost.co.id– Kebersamaan warga Desa Handil Sohor, Kecamatan Menyaya Hilir Selatan ( MHS), Kotawaringin Timur (Kotim), patut diacungi jempol.
Memperbaiki badan jalan rusak sepanjang 3,7 kilometer akibat diterjang banjir, beberapa waktu lalu, dilakukan secara swadaya. Padahal Kabupaten Kotim merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalteng dengan prekonomian terbesar.
Namun kenyataannya, urusan untuk memperlancar perekonomian, khususnya untuk membawa hasil pertanian dan kebun warga, justeru diabaikan. Kemana wakil rakyatnya?
“Melihat kondisi jalan pasca banjir yang tidak terlihat ada perbaikn, atas inisiatif bersama kami menaruh batang kayu pada poros jalan agar warga yang melintas tidak kandas di titik-titik jalan rusak,” ujar Heru Kuwoyo, warga trans, Senin (2/11).
Menurut Woyo, sapaan akrabnya, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam se pekan ini, membuat kawasan trans kebanjiran.
“Akibatnya pun, jalan utama yang sudah berkubang kian mejadi kubangan. Ada 7 titik jalan yang rusak parah, sehingga secepatnya kami perbaiki. Kalau tidak, khawatir lobang jalan itu semakin melebar,” jelas Woyo yang juga Ketua BPD Handil Sohor ini.
Selama tinggal di permukiman trans, sambung Woyo, tidak pernah kawasan trans banjir hanya karena hujan lebat. Biasanya walaupun hujan turun deras, air yang masuk ke anak sungai lancar saja menuju muara Sungai Mentaya.
“Anak sungai ini pernah dinormalisasi dan diperlebar 2010 lalu. Sekarang sudah mendangkal. Makanya begitu hujan turun sepekan, anak sungai tak bisa menampung. Akibatnya, kawasan trans sampai ke poros pun terendam, dan menyisakan kubangan,” ujarnya.
Sementara Ketua RT 04, Kusno, sangat mengharapkan perhatian pemerintah provinsi yang pernah mengerjakan normalisasi sungai 10 tahun lalu itu.
Menurut Kusno, jalan rusak karena terendam akibat dari pendangkalan anak sungai. Bahkan akibat rendaman, tak sedikit lahan pertanian palawija milik petaani menjadi rusak.
“Kami berharap kepada pemerintah provinsi untuk kembali menormalisasikan sungai agar lahan pertanian tidak kebanjiran lagi,” ucap Kusno.
Banjir, imbuh Kusno, tidak hanya jalan posos utama. Lima lajur jalan menuju permukiman penduduk trans juga ikut terendam. (um/foto: ist)