BANJARBARU– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wiayah, mulai mengganggu jadwal penerbangan. Setidaknya, tiga pesawat tujuan Bandara Syamsuddin Noor dari berbagai kota di Indonesia gagal mendarat, Selasa (18/9) pagi.
Pejabat Sementara GM Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Suriganata, tiga pesawat yang sempat gagal mendarat, Citylink QG 484 dari Surabaya yang dijadwalkan mendarat pukul 08:20 Wita.
Kemudian Lion JT 310 juga Surabaya yang harusnya mendarat pukul 07:55 Wita, baru bisa mendarat pukul 08:54 Wita. Terakhir Wings Air IW 1363 dari Kotabaru yang harusnya mendarat pukul 08:25 Wita, baru bisa memdarat pukul 09:34 Wita.
“Karena sempat gagal mendarat, pendaratan ke tiganya dialihkan sementara ke Balikpapan,” ujar Suriganata.
Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir, kabut asap mulai ada di sekitar bandara. Namun baru kali ini yang terdampak kepada penerbangan.
“Dibanding sebelumnya, hari ini fog (uap atau kabut) lebih dominan, jadi mengganggu jarang pandang. Beda dari sebelumnya yang masih didominasi asapnya,” jelas Suriganata.
Tebalnya fog tersebut, lanjut Suriganata, diperkirakan akibat turunnya hujan yang cukup lama di sekitar bandara.
Tak hanya jadwal pesawat yang sempat dialihkan, ada pula pesawat yang mengalami delay akibat kondisi. Sedikitnya ada 5 pesawat dari Banjarmasin tujuan sejumlah kota lainnya di Indonesia yang mengalami penundaan keberangkatan.
“Dua pesawat tujuan Surabaya. Sedang tujuan Balikpapan, Bandung dan Cengkareng, masing – masing satu,” katanya.
Akibat adanya penundaan keberangkatan, di ruang tunggu keberangkatan sempat terjadi penumpukan. Karena ada sekitar 600 lebih penumpang yang berada di tempat itu secara bersaman.
“Tapi setelah kabut asap mulai menipis, kini kondisinya sudah mulai normal,” pungkas Suriganata. (emy/foto: deny yunus)