BANJARMASIN, banuapsost.co.id– Perbedaan pilihan dalam pilkada, 9 Desember mendatang, hal yang wajar. Namun jangan sampai memecah belah rasa persatuan dan persaudaraan.
“Siapapun pilihan kita, sebeda apapun penilaian kita tentang calon kepala daerah, rasa persatuan, persaudaraan dan kebersamaan, lebih diutamakan,” tegas Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel, Fathurrahman
Fathurrahman mengingatkan itu ketika memberi sambutan pada pembukaan Religi Expo ke-6 yang digelar Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Jumat (4/12) sore.
Karena itu, sambung Fathur, sudah menjadi berkewajiban bersama untuk memelihara Banua dalam suasana yang kondusif dan terhindar dari perpecahan.
Khusus untuk religi expo, Fathur memberikan apresiasi baik kepada LK3 dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesan dan pesan yang mendalam, keharmonisan kehidupan beragama di Kalsel terpelihara dengan baik.
“Pemprov Kalsel tentu menyambut baik dan sangat mendukung. Disinilah tempat dan momentum bagi semua pemeluk agama untuk lebih memperkenalkan kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Di ruang religi expo ini, sambung Fathur, dapat terus memantapkan kebersamaan untuk membangun kehidupan yang lebih berkualitas, tanpa membedakan agama, suku, ras dan lainnya.
“Sungguh, membangun negeri ini pada dasarnya membangun umat manusia agar hidup dalam kondisi sejahtera lahir dan batin. Ruang pembangunan ini bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga ruang-ruang rohani,” jelasnya.
Pandemi Covid-19 yang terjadi, telah mengajarkan kemampuan manusia sangat terbatas dan tidak sempurna. Penularan virus sangat tidak terduga cepatnya.
“Bahkan kecanggihan teknologi tidak banyak berbuat apa-apa menghadapi virus ini. Justru rasa kegotong-royongan, kepedulian, saling mengingatkan dan saling melindung, menjadi cara utama dalam menghadapinya,” ucap Fathur.
Karena itu, imbuh Fathur, membangun kehidupan umat beragama yang harmonis jangan sampai dipandang sebelah mata. Membangun kehidupan beragama yang saling menghormati dan menghargai, sudah sejatinya dijadikan pondasi untuk memperkuat hubungan kehidupan beragama. (oie/foto: olivia)