JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diminta untuk terus mendukung kemampuan semua rumah sakit rujukan Covid-19 di tengah lonjakan kasus. Terlebih lagi, akumulasi Covid-19 sudah melampaui jumlah satu juta, tepatnya 1.012.350 kasus per Selasa (26/1).
“Karena itu pemerintah perlu segera merespons aspirasi manajemen rumah sakit tentang pembayaran klaim biaya pengobatan pasien Covid-19,” ujar ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, di Gedung MPR RI, Rabu (27/1).
Konsekuensi dari jumlah kasus yang terus bertambah, lanjut Bamsoet, sapaan familiarnya, kapasitas layanan rumah sakit harus ditingkatkan. Tidak hanya fasilitas ruangan dan tempat tidur, tetapi juga tambahan tenaga kesehatan.
“Ini mengingat ada ratusan rumah sakit swasta yang ditunjuk pemerintah untuk rujukan pasien Covid-19. Oleh sebab itu, jangan sampai fungsi dan peran mereka melemah karena masalah keuangan,’’ jelas Bamsoet.
Menurut mantan Ketua DPR RI ini, berdasarkan data Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) sebanyak 300 rumah sakit anggota ARSSI ditunjuk pemerintah menjadi rujukan bagi pasien Covid-19. Sejalan dengan lonjakan kasus baru akhir-akhir ini, ruang perawatan selalu penuh kendati daya tampungnya terus ditingkatkan.
“Dengan terus bertambahnya jumlah kasus, sangat sulit untuk memprediksi puncak pandemi Covid-19 di dalam negeri. Grafik tentang jumlah kasus terus menanjak, kendati pembatasan sosial semakin diperketat. Kecenderungan inilah yang harus diantisipasi,” kata Bamsoet mengingatkan.
Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah mulai antisipatif dengan terus memperbesar kapasitas layanan rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19. Khususnya pada kota atau kabupaten dengan lonjakan jumlah kasus yang tinggi.
‘’Selain Wisma Atlet di Kemayoran yang mulai penuh, pemerintah perlu untuk menyiapkan rumah sakit darurat lainnya. Berapa pun jumlahnya, pemerintah harus menunjukan kemampuannya merawat semua pasien Covid-19,’’ tegas Bamsoet. (yb/*/foto: ist)