BANJARBARU, banuapost.co.id– Kasus Covid-19 di Kalsel ngegas. Sepanjang Senin (29/3) tercatat ada 275 warga yang positif terinfeksi. Sehingga totalnya menjadi 27.394 kasus.
Bahkan dengan 275 kasus ini pula, hari ini Kalsel bertengger di urutan ke-5 di antara 5.008 kasus baru yang dilaporkan 32 provinsi (Kalimantan Barat dan Maluku nihil kasus) setelah Jawa Barat: 1.610, DKI Jakarta: 1.014, Jawa Tengah: 388, Banten: 328.
Sebaran ke-275 itu, sebagaimana data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel: Banjarbaru 77, Hulu Sungai Utara (HSU) 55, Banjarmasin 54, Tanah Laut 35, Kotabaru 29, Hulu Sungai Selatan (HSS) 9, Tanah Bumbu 5, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Balangan masing-masing 4, Barito Kuala (Batola) 3.
Sementara yang sembuh hari ini tercatat 217. Pasien berasal dari Banjarbaru 133, HSU 26, Tanah Bumbu 25, HSS 11, Tanah Laut dan Kabupaten Banjar serta Tapin masing-masing 5, Batola 3, Kotabaru dan Tabalong masing-masing 2.
Dengan tambahan 217 pasien sembuh, totalnya menjadi 23.864 orang sejak pandemi awal Maret tahun lalu. Meski demikian, untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, masih dipantau sebanyak 628 pasien.
Sedang yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona, hari ini dilaporkan ada 4 pasien. Mereka berasal dari Kotabaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan HST masing-masing 1 orang. Dengan tambahan 4 korban meninggal dunia ini, kumulasi kematian akbat Covid-19 di Kalsel tercatat sebanyak 826 kasus.

Hingga sekarang ini, total pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan, baik di rumah sakit maupun di pelayanan khusus dan karantina mandiri di 13 kabupaten/kota, tercatat sebanyak 2.704 orang.
Dengan data terbaru ini, persentase kesembuhan dari Covid-19 di Kalsel menjadi 87,11 persen, dirawat 9,87 persen dan kematian 3,02 persen.
Seiring dengan bertambahnya warga yang terinfeksi virus corona, masyarakat diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban akibat paparan Covid-19 tak memandang status maupun usia. Bahkan ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (emy/ilust: ist)