BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pengobatan Echa (17), si ‘Putri Tidur’, akan ditanggung Pemprov Kalsel. Bahkan Pj Gubernur Safrizal Za siap merogoh kocek untuk gadis yang didiagnosa mengidap hipersomnia 2017 lalu setelah kembali lelap lebih dari 7 hari.
Soal tanggungan biaya pengobatan dikemukakan Safrizal Za yang bersama istri, Ny Nana Safriati Safrizal, mengunjungi gadis dengan nama asli Siti Raisa Miranda itu, Jumat (9/4).
Safrizal yang melihat kondisi siswa kelas X tersebut, mengaku prihatin. Karenanya berencana membentuk tim dokter untuk membantu menyembuhkannya.
“Echa harus ditangani secara komprehensif. Saya akan membentuk tim dokter. Orangtua tidak perlu khawatir soal biaya akan ditanggung pemerintah. Bahkan kalau pemerintah tidak ada dana, saya yang keluarkan dana,” tegas Dirjen Bina Adwil Kemendagri ini.
Tim dokter atau ahli medis yang dibentuk nantinya, lanjut Safrizal, akan mengobservasi ulang semua kondisi Echa, sampai ditemukan penyakit yang diidapnya.
“Segera akan saya buat SK timnya dengan susunan tim dokternya dan Echa akan dirawat di rumah sakit. Kondisinya dijamin terpantau dan mendapatkan penanganan yang lebih baik,” tandasnya.
Sementara menurut Mulyadi, ayah Echa, bukan kali pertama sang putri tertidur dalam jangka waktu yang panjang. Pada 2017 lalu, Echa pernah tertidur selama 17 hari. Hingga kini, setidaknya anak kedua dari empat bersaudara itu, sudah 10 kali tertidur panjang.
“Bahkan Echa sudah pernah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Tapi alat yang ada tidak bisa juga menyembuhkannya,” jelas Mulyadi.
Mengenai penyebab yang membuat Echa bisa tertidur pulas hingga berhari-hari, Mulyadi menduga karena pernah kecelakaan.
“Kami mengira ada masalah dengan syarafnya atau di bagian kepalanya. Tapi setelah diperiksa ternyata baik-baik saja,” tuturnya. (oie/foto: ist)