BATULICIN, banuapost.co.id– Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Tanah Bumbu kembali menggelar lomba fotografi. Berwisata aman di masa pandemi, merupakan tema yang diusung dalam kompetisi yang memperebutkan hadiah hampir mencapai Rp 10 juta.
Pengumpulan karya foto berlangsung selama Juni. Karya foto merupakan destinasi wisata unggulan di Bumi Bersujud tersebut yang diambil selama 2021.
Lomba fotografi destinasi wisata ini merupakan program tahunan. Sebulan sebelumnya, Disporpar juga menggelar lomba foto dan video lagu religi.
Lomba kali ini maksudkan untuk memberikan stimulan terhadap geliat dunia kepariwisataan di era new normal. Seperti ketahui, berdasarkan surat edaran Bupati Tanah Bumbu No B556/Disporpar.Dest.Bup/V/2021, seluruh tempat wisata setempat ditutup guna pencegahan penularan covid 19.
Kini seluruh tempat wisata tersebut telah dibuka dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, mengingat wilayah dengan kriteria zona merah penyebaran Covid di Tanah Bumbu drastis berkurang.
Menurut Kadisporpar Tanah Bumbu, Hamaliddin Tahir, kompetisi ini juga sebagai strategi kampanye berwisata aman pada masa pandemi. Karya yang terkumpul nantinya akan dijadikan media promosi dan edukasi bagaimana berwisata aman.
“Sesuai tema lomba, berwisata aman. Kami ingin pelaku kepariwisataan bisa menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas wisata. Sehingga meskipun pandemi belum berakhir, tapi dunia kepariwisataan tetap memiliki geliat sehingga dapat memengaruhi ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara Kasi Promosi Disporpar, Ratman fauzi menjelaskan, untuk memperolah informasi prihal lomba, dapat mengakses media sosial. Untuk memaksimalkan sasaran promosi, lomba ini juga melibatkan Komunitas Pegiat Gambar (Kopi Ambar).
“Tautan kriteria lomba dan formulir dapat diperoleh di grup facebook Galeri Gambar Tanah Bumbu. Silakan diakses. Karya foto juga harus diunggah di laman tersebut, ” jelasnya.
Lebih lanjut sarjana bidang seni pertunjukan ini menjelaskan, kompetisi kali ini memberi poin penilaian khusus pada karya lomba objek wisata religi dan wisata buatan.
“Inventaris foto religi masih terbatas. Melalui lomba ini kami berharap bisa lahir karya-karya foto religi yang bagus dan memiliki nilai promosi, sekaligus mendukung tagline program pemerintah Tanah Bumbu sebagai kota serambi Madinah,” pungkasnya. (uza/foto: ist)