JAKARTA, banuapost.co.id– Sebagai salah satu negara pengguna internet terbesar di dunia, Indonesia rentan akan serangan cyber sebagai ancaman baru terhadap pertahanan, baik dari aspek militer maupun nirmiliter.
Sebagaimana laporan Badan Siber dan Sandi Negara, pada 2020 terjadi 9.749 kasus peretasan situs dan 90.887 kebocoran data dari aktivitas malware pencuri informasi di Indonesia.
“Karena itu, pembangunan cyber-defense merupakan agenda yang penting dalam pembangunan MEF ke depan,” ujar Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Puan mengemukakan itu ketika memberi kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) angkatan ke-58 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko AU), Senin (28/6).
DPR RI, lanjut Puan, menyadari TNI membutuhkan kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman dan meningkatkan kesejahteraan prajurit, termasuk antisipasi terjadinya serangan cyber.
“DPR RI berkomitmen tinggi melalui fungsi anggaran, legislasi maupun pengawasan, untuk ikut mendukung upaya membangun kekuatan TNI dalam melaksanakan pertahanan Negara, pembangunan postur pertahanan militer dengan pemilihan alutsista yang mutakhir, baru dan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Menguatkan industri pertahanan, sambung Puan, juga bisa jadi salah satu cara memenuhi kebutuhan Indonesia sesuai UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan.
UU tersebut dibentuk untuk dapat mewujudkan ketersediaan alat peralatan pertahanan dan keamanan secara mandiri, didukung kemampuan industri pertahanan nasional dan memajukan keunggulan sumber daya manusia.
“Industri pertahanan menjadi salah satu ujung tombak dalam mengembangkan sistem pertahanan secara mandiri, untuk membangun detterence effect terhadap negara lain, dan suatu keuntungan strategis dalam tatanan global,” tegasnya.
Kedatangan Puan disambut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, yang dilanjutkan dengan menanam pohon bersama.
Saat Puan memasuki ruang acara, terdengar tepuk tangan meriah dan lagu: ‘Selamat Datang Pahlawan Muda’ yang dinyanyikan 127 perwira siswa Sesko AU, disaksikan secara virtual ratusan perwira siswa Sesko AU lainnya. (b2n/foto: ist)