JAKARTA, banuapost.co.id– Perempuan dapat berperan penting dalam proses perdamaian, termasuk di Afghanistan. Karena dapat menyebarkan nilai damai dan toleransi di masyarakat.
“Hal ini dapat dilakukan dengan memulai pendidikan keluarga di rumah untuk mangajarkan nilai damai dan toleransi sejak anak-anak,” kata Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Peretas sejarah perempuan pertama sebagai Ketua DPR RI ini mengungkapkan hal tersebut pada pertemuan virtual Anggota Parlemen Perempuan Indonesia – Afghanistan, Kamis (24/6). Pertemuan mengusung tema: “Empowering Women and Supporting Peace Process”.
Menurut cucu Presiden RI I, Ir Soekarno tersebut, perempuan semakin penting dan diperhitungkan. Di Indonesia, dirinya menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI. Sementara pada 2001, Megawati Soekarnoputri menjadi perempuan pertama yang dilantik sebagai Presiden RI.
Karena itu, tegas Mantan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu, pendidikan dapat menjadi ‘game changer’ dalam memberdayakan perempuan.
”Tentunya perlu dukungan, terutama dari keluarga dan masyarakat sekitar bagi perempuan untuk dapat berkembang,” jelas Puan dalam pidato berbahasa Inggris tersebuit.
Dengan pendidikan, lanjut alumni FISIP Universitas Indonesia ini, maka terdapat kesadaran akan hak serta kewajiban perempuan meningkatkan kapasitasnya untuk mencapai cita-citanya.
Begitu pula di parlemen, dapat membawa perubahan terhadap peran perempuan. Terutama dengan memastikan pemerintah membuat kebijakan yang memperkuat peran perempuan, termasuk dalam proses perdamaian di Afghanistan.
“Untuk itu diperlukan proses perdamaian inklusif yang memungkinkan perempuan berperan lebih besar. Kami berkomitmen mendukung proses perdamaian, rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan,” tandasnya.
Dalam acara ini, hadir Ketua Parlemen Afghanistan, Ketua dan anggota BKSAP, serta Ketua dan anggota Parlemen Indonesia – Afghanistan. (b2n/foto: ist)