JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diminta bekerja cepat menyelesaikan sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Code (WADA) agar dicabut.
Permintaan disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, karena tidak ingin terulang Bendera Merah Putih tak berkibar di Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, juga Indonesia tidak terkendala menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga internasional.
“Lakukan segala upaya agar sanksi ini cepat dicabut. Kalau perlu lewat pengadilan arbitrase olahraga. Supaya Merah Putih bisa berkibar dan Indonesia tidak terkendala menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga internasional,” kata Puan, Selasa (19/8).
Indonesia tidak bisa mengibarkan Bendera Merah Putih di ajang Thomas Cup, Ahad (17/8) malam, meski berhasil keluar sebagai juara. Hal tersebut akibat sanksi dari WADA dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), karena dianggap tidak patuh dalam menerapkan program pengujian doping.
Selain itu, Indonesia juga terancam tidak bisa jadi tuan rumah event-event olahraga internasional akibat sanksi tersebut akibat kelalaian dalam program pengujian doping.
“Karena ini menyangkut kehormatan serta nama baik bangsa dan negara. Kita tidak ingin akibat sanksi dari WADA, penyelenggaraan-penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia menjadi terkendala,” tandas mantan Menko PMK itu.
Puan mengingatkan, Indonesia juga telah mengantongi izin perhelatan World Superbike (WSBK) yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, dalam waktu dekat. Karena itu, pemerintah diminta segera mencari solusi agar acara tersebut tidak terkendala sanksi.
“Jangan sampai sanksi dari WADA menggagalkan effort yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari,” imbuh Puan.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu juga mengingatkan soal peluang Timnas Indonesia memainkan beberapa laga kandang dalam kualifikasi Piala Asia 2022. Belum lagi perhelatan Asian Games juga akan digelar pada 2022.
Puan mengaku khawatir sanksi tersebut bisa mempengaruhi prestasi olahraga Indonesia.
“Mengingat sanksi ini diberlakukan selama 1 tahun, akan sangat miris jika saat Asian Games tahun depan, Merah Putih juga tak bisa berkibar walaupun atlet kita meraih medali,” tuturnya.
Untuk itu, Puan mendorong agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan hukuman WADA ke Indonesia dapat bekerja sebaik mungkin.
DPR RI, menurut Puan, akan terus mengawal hingga Indonesia terbebas dari sanksi WADA.
“Jangan sampai kekecewaan masyarakat berkepanjangan. Karena berkibarnya Merah Putih di kejuaraan-kejuaraan internasional menjadi kebangaan serta spirit untuk rakyat,” tutup Cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut. (b2n/foto: dok)