JAKARTA, banuapost.co.id– Kasus terkonfirmasi positif terpapar virus corona di Indonesia nambah 620 yang didapat dari hasil pemeriksaan 239.386 spesimen spanjang Sabtu (30/10). Akibat tambahan, totalnya jadi 4.243.835 kasus. 12.309 pasien di antaranya asih dirawat.
Di hari yang sama ini, kesembuhan tercatat bertambah sebanyak 698 pasien. Sehingga totalnya sejak pandei awal Maret tahun lalu jadi 4.088.138 orang.
Sementara yang meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, dilaporkan ada 27 orang. Sehingga kumulasinya jadi 143.388 kasus. Sedang suspek, pemerintah amsih memantau terhadap 6.980 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Jumat (29/10), tercatat total 4.243.215 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.087.440 orang dan yang meninggal 143.361 kasus.
Berikut sebaran 620 kasus baru, Jawa Barat: 142, DKI Jakarta: 96, Jawa Timur: 81, Jawa Tengah: 65, DI Yogyakarta: 32, Bali: 25, Sumatera Utara: 19, Banten: 18, Nusa Tenggara Timur: 15, Bangka Belitung: 14, Kalimantan Timur: 12, Kalimantan Barat: 11, Sulawesi Selatan: 11, Riau: 10 kasus.
Kemudian, Kalimantan Tengah: 9, Sumatera Barat: 8, Kalimantan Selatan: 8, Sulawesi Utara: 7, Lampung: 6, Sulawesi Tengah: 5, Aceh: 4, Kalimantan Utara: 4, Maluku Utara: 4, Sumatera Selatan: 3, Nusa Tenggara Barat: 3, Papua: 3, Kepulauan Riau: 2, Jambi: 1, Sulawesi Tenggara: 1, Maluku: 1 kasus.
Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala.

Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)