BANJARMASIN, banuapost.co.id– Berupaya mengenalkan budaya literasi anak-anak usia dini, Dispersip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) Kalsel adakan “Coaching Story Telling” kepada guru-guru PAUD, SD, para orang tua dan komunitas Pendongeng Banua wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru, Selasa (16/11).
Menggandeng master dongeng kenamaan, Bambang Bimo Suryani atau lebih dikenal Kak Bimo, giat ini juga dihadiri perwakilan dari TP PKK Kalsel, DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kalsel, Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat), IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), Bhayangkari serta Jalasenatri.
Menurut Kak Bimo, setidaknya ada dua hal yang mesti diperhatikan para orang tua maupun guru bila ingin menananmkan karakter anak melalui dongeng. Yaitu kualitas materi yang disampaikan, harus mampu menjadi cerita yang menarik. Sehingga anak tergugah menikmati jalan ceritanya. Kemudian keterampilan menyajikan dongeng tersebut.
“Seorang pendongeng harus memiliki gesture yang luwes, olah suara yang beragam sesuai karakter dan ekspresi atau emosi sesuai alur ceritanya,” jelas pendongeng kelahiran Kabupaqten Bantul, DI Yogyakarta ini.
Selain membantu pembentukan karakter pada anak sejak dini, sambung Kak Bimo, di tengah berkembangnya teknologi, dongeng juga membantu pikiran atau imajinasi anak-anak menjadi lebih aktif.
“Dongeng itu punya cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan televisi, gadget, internet dan lainnya yang memiliki kelebihan visual. Dongeng adalah bentuk penyampaian yang auditif memicu imajinasi. Nikmatnya mengimajinasikan apa yang dikatakan guru, sangat beda dengan sekedar nonton di televisi. Karena melalui dongeng, filmnya muncul dibenak anak-anak,” tutur pendongeng yang mencetak rekor MURI ilustrasi suara terbanyak ini
Sementara Kadispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, akan terus mendatangkan pendongeng hebat dari seluruh penjuru Indonesia, untuk membantu para orang tua dan guru membentuk karakter anak melalui kegiatan berdongeng.
“Di Desember mendatang, kami juga akan mendatangkan Ria Enes untuk berbagi ilmunya kepada orang tua dan guru-guru di Kalsel,” ucap Nunung, sapaan akrabnya
Di tahun-tahun sebelumnya, Disperisip Kalsel rutin mengundang pendongeng-pendongeng hebat ke Kalsel untuk menghibur dan berbagi ilmunya. Namun karena adanya pandemi Covid-19, salah satu giat rutin dispersip ini sedikit terhambat.
Menurut mantan Kadispersip Kota Banjarbaru ini, story telling atau berdongeng, mampu menjadi media yang memberikan pengaruh secara kuat dan dramatis, terhadap kecintaan dan kemampuan anak pada dunia literasi.
“Seperti yang dikatakan Kak Bimo sebelumnya, berdongeng membantu membentuk karakter anak ke arah yang positif. Dengan berdongeng juga kita bisa memberikan pelajaran kepada anak-anak dengan cara yang asyik, tanpa ada rasa sedang digurui,” tandasnya. (oie/foto: ist)