BANJARMASIN, banuapost.co.id– Keberadaan karateker Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kalsel, diingatkan akan masa depan olahraga pingpong tersebut.
Pasalnya, keberadaan pengurus sementara ini dibebani tugas membentuk kepengurusan yang difinitif. Baik karena kepengurusan lama yang sudah selesai masa kerjanya atau pengunduran diri.
“Karena statusnya hanya kepengurusan sementara, diharapkan pemilihan ketua umum yang baru harus benar-benar dilakukan secara professional dan proporsional,” ujar mantan Pembinaan Prestasi (Binpres) Olahraga Kalsel, Sulaiman, Selasa (12/7).
Sebab, lanjut Leman, sapaan akrabnya, tenis meja Kalsel setelah era Indrato Kangmartono, semakin tidak jelas arahnya. Salah satu bukti, prestasi atletnya selama ini justru hasil binaan kepengurusan terdahulu.
“Sama sekali tidak muncul hasil pembinaan kepengurusan yang ada. Bahkan untuk menyekolahkan atlet tenis meja ke luar Pulau Kalimantan (Kalsel) saja, tidak pernah terdengar,” ucap Ketua Umum Ormas Sangga Lima ini.
Karena itu, sambung Leman, tugas karatekerlah yang dituntut untuk mencari calon ketua umum yang benar-benar memiliki perhatian dan kepedulian ke olahraga tenis meja Kalsel ini agar ke depan lebih maju lagi. Bukan sebaliknya, bentah jalan di tempat.
Salah satu syaratnya, menurut Leman, karateker setidaknya membentuk tim kecil untuk melakukan penjaringan ke calon ketua umum.
“Dari penjaringan ini, paling tidak didapat gambaran visi dan misi kualitas calon,” jelasnya.
Setelah penjaringan, imbuh Leman, dilakukan lagi penyaringan. Sehingga hasil yang dilakukan semakin mengerucut.
“Mereka yang mau jadi Ketua Umum Pengprov PTMSI Kalsel ini tentu banyak. Namun harus pula diingat karena selama ini hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Oleh sebab itu, menurut Leman, di tangan karateker inilah masa depan tenis meja Kalsel dipertaruhkan jika nantinya terpilih pengurus yang juga memiliki kepentingan sesaat.
“Apalagi kalau pengurusnya nanti berpolitik, awalnya saja memiliki perhatian. Setelahnya, makin tenggelam prestasi tenis meja, sebagaimana plesetan kepanjangan Kalsel (Kalah Selalu). (yb/ilust: ist)