PALANGKA RAYA– Amuk api di Jl Dr Murjani, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Minggu (9/12) dini hari, menyebabkan sedikitnya 20 rumah tinggal onggokan puing hitam.
Bahkan meski tidak ada korban jiwa, akibat musibah itu sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat berteduh.
Pagi harinya usai pembasahan pasca kobaran api, sebagian besar warga yang jadi oorban hanya bisa bersedih sembari memandangi sisa puing rumah mereka yang menghirang jadi arang.
Namun ada juga warga mengais-ngais di tengah puing sisa kebakaran untuk mencari harta benda yang tersisa. Salah satunya yang dilakukan Rifani (30).
Menurut Rifani, tidak banyak harta bendanya yang bisa diselamatan karena api tiba-tiba muncul dari belakang rumah yang dihuni salah satu tetangganya.
“Rumah yang dihuni bersama orangtua sejak puluhan tahun lalu ini, kini ludes beserta harta bendanya,” ucap Rifani dengan lirih.
Belum adanya bantuan dari Pemerintah Kota Palangka Raya maupun dinas terkait, beberapa relawan terpaksa melakukan bantuan swadaya dengan cara meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang melintasi kawasan tak jauh dari lokasi kejadian.
Aksi solidaritas ini dilakukan relawan hanya untuk sekadar meringankan beban para korban kebakaran. Sementara akibat amuk api itu, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sedang petugas Polres Palangka Raya, selain masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti akibat amuk api, juga sudah memasang garis polisi di puing rumah salah satu warga yang bernama Abdullah. (din/foto: dinda)