PALANGKA RAYA– Hampir seluruh pelajar sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) sudah mengenal dan mempergunakan media sosial (medsos). Padahal, disamping berdampak positif, aplikasi yang diakses menggunakan layanan internet ini, juga menghadirkan dampak negatif bagi penggunanya.
Atas dasar itulah, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalteng menggelar sosialisasi “Bijak Menggunakan Medsos” di lingkup SLTP, seperti yang digelar di SMP Negeri 3 Palangka Raya, Senin (10/12) pagi.
Pada kegiatan yang dibuka Kepala Sekolah SMP Negeri 3, Gunarhad, sekitar 100 peserta yang hadir hampir seluruhnya mengakui menggunakan medsos. Aplikasi medsos yang umumnya mereka gunakan, antara lain, Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter,
Alasan mereka menggunakan medsos bervariasi, mulai dari mempermudah komunikasi, mendukung pelajaran di sekolah, mencari berbagai informasi, hingga sekadar bentuk hiburan.
Pemateri kegiatan, H Sutransyah, dalam paparannya mengatakan, dampak penggunaan medsos bisa menguntungkan dan merugikan.
Menurut Konsultan Jurnalistik Bidhumas Polda Kalteng yang juga Ketua Bidang Mass Media dan Sosialisasi FKPT Kalteng ini, dampak menguntungkan antara lain, membantu komunikasi, mendukung berbagai bentuk aktivitas, sarana promosi perdagangan barang dan jasa, dan lain-lain.
“Sedang dampak negatifnya, membuang waktu sia-sia, serta yang lebih berbahaya pengguna dapat terjerumus menyebarkan berita palsu atau Hoax dan ujaran kebencian (hate speech),” jelas Sutran.
Selain tokoh pers, kegiatan juga menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi Universitas Palangka Raya (UPR), Aristoteles.
Dalam paparannya, dosen Fakultas Hukum tersebut menyatakan, dampak yang lebih berbahaya dari medsos, yakni memicu perpecahan dan disintegrasi bangsa.
Karena itu, para pelajar diminta untuk menghindari penggunaan medsos, jika tidak memiliki keperluan yang sangat mendasar.
Di kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Kalteng melalui Kasubditnya, AKBP Siti Fauziah, mengingatkan, kepolisian telah banyak memproses para pelaku kejahatan di dunia maya. Mereka antara lain, jaringan prostitusi, penyebaran hoax, ujaran kebencian, hingga sindikat narkoba.
Siti Fauziah juga meminta para pelajar untuk mawas diri setiap berkata-kata di medsos. Sebab pengakses medsos bisa saja pelaku kejahatan yang sedang mencari kesempatan untuk mendapatkan korbannya. (sut/foto: ist)