PELAIHARI, Banuapost.co.id- Tim SAR Gabungan, sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap pekerja Pelabuhan Pelaihari, atau Pelabuhan WPR, Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Pekerja tersebut jatuh ke laut Senin (22/1) sekitar pukul 05:00 Wita.
Rachmat Bin Pegimin (43), Warga Jl Padat karya RT 083 RW 000 Desa Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kuncang Kota Samarinda, Kalimantan Timur. dilaporkan tercebur dari pelabuhan PT.WPR di Desa Swarangan Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut saat pulang setelah mematikan lampu pelabuhan.
Nana dari SAR MTA Pelaihari mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pekerja pelabuhan lainnya pagi itu Rachmat bangun langsung menuju tempat seklar lampu pelabuhan. Selesai mematikan lampu Rachmat balik, namun di perjalanan ia tiba-tiba terjatuh ke sisi kiri pelabuhan.
Salah seorang security pelabuhan sempat melihat korban jatuh dan berupaya untuk mencarinya di lokasi terjatuh, namun Rachmat tidak terlihat lagi.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, Al Amrad, membenarkan Tim SAR Basarnas diturunkan setelah mendapat laporan adanya pekerja pelabuhan yang terjatuh ke laut.
“Benar kami mendapatkan informasi ada pekerja pelabuhan terjatuh ke laut, saat ini kami sudah mengirim tim untuk bergabungan dengan tim lainnya,” ujar Al Amrad melalui siaran pers Basarnas, Senin (22/1) siang.
Saat ini Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi korban bawah air atau aqua eye.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian pekerja pelabuhan itu selain Basarnas Banjarmasin, Polair Polres Tala, Pos Lanal, Koramil Jorong, SAR MTA Pelaihari, PMI Tala dan warga sekitar.
Peristiwa orang jatuh di Pelabuhan Pelaihari atau pelabuhan yang saat ini di kelola PT WPR itu sudah dua kali, sebelumnya pada Minggu 20 Agustus tahun 2020 seorang pemancing terjatuh ke laut setelah terkena pintu bak truk yang sedang memuat batubara. (zkl/foto: ist)