PELAIHARI, banuapost.co.id– Ratusan pohon karet di Desa Telaga, Kabupaten Tanah laut, Minggu (27/1) malam, tumbang akibat diterjang puting beliung. Sebelum hujan lebat, warga sempat mendengar suara bergemuruh.
Deru suara angin berlangsung sekitar lima menit pada
pukul 20:00 Wita, disusul lampu padam dan hujan turun dengan lebatnya.
Sebagian warga mengaku keluar rumah dengan penerangan
seadanya. Ternyata ada satu pohon karet di RT 8 Tungkaran Sahang, patah dan
menimpa kabel listrik.
Patahan pohon yang sebagian melintang di atas kabel
listrik, baru dapat disingkirkan pada pagi hari, setelah warga gotong royong.
Menurut Nayari, warga RT 8 Tungkaran Sahang, Desa Telaga,
ia dan suaminya saat kejadian berada di dalam rumah. Setelah mendengar bunyi
gemuruh, mereka keluar rumah dan berdiri di depan rumah.
“Kami mendengar di sela-sela gemuruh angina, suara pohon
yang patah dan ada yang tumbang. Namun tidak tahu persis berapa banyaknya,
karena gelap,” kata Nayari saat ditemui Senin (28/1) pagi.
Nayari mengaku pohon karet yang rusak di lahannya lebih
dari 100 pohon. Selain tumbang dengan akarnya, pohon yang patah itu sudah tidak
dapat diambil lagi karetnya.
“Pohon karet yang patah-patah itu sudah tidak dapat
disadap lagi. Hitung-hitung rusak juga,” jelas Nayari.
Sementara Harto, salah seorang pemilik kebun karet
lainnya, masih bersyukur angin kencang yang merobohkan 50 lebih pohon karetnya
tidak menimbulkan korban lain, seperti rumah yang tertipa pohon.
“Syukurlah dalam kejadian ini tidak ada rumah warga yang
rusak, meski sebagian rumah banyak yang berdiri di dekat kebun karet,” kata
Harto.
Akibat ada kabel listyrik yang tertimpa pohon karet, warga
Desa Telaga terpaksa harus tidur dengan penerangan seadanya. Petugas PLN
mematikan total listrik ke Desa Telaga dan Desa Panjaratan.
Baru pada pagi harinya dibantu warga, petugas PLN membersihkan dahan dan ranting pohon yang sangkut di kabel. (zkl/foto: zul yunus)
