BANJARMASIN– Fauzan Noor, atlet Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Banjarmasin yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di pentas dunia, tepatnya di Kota Praha, awal 2018, mulai menjadi perhatian pejabat di Kalsel.
Karateka bertubuh sedang yang menyabet medali emas dalam kumite (perkelahian) di Kejuaraan Dunia Karate Tradisional (ITKF / International Traditional Karate Federation) di Ibukota Republik Ceko itu, mulai banyak dapat tawaran pekerjaan.
Sebelumnya, Danrem 101/Antasari, Kol Inf Yudianto Putrajaya, merekomendasikan Fauzan menjadi prajurit TNI. Sementara Walikota Ibnu Sina, menawarkan posisi honorer di Pemkot Banjarmasin. Sedang Gubernur H Sahbirin Noor, juga menawarkan pekerjaan sebagai anggota Satpol PP di Pemprov Kalsel.
Bahkan Kapolda Kalsel, Irjen Rachmat Mulyana, yang mengundang secara khusus di rumah dinasnya, Kamis (19/7) pagi, sangat tertarik dengan keinginan Fauzan bergabung menjadi prajurit Bhayangkara.
Fauzan didampingi sang pelatih, Mustafa, sempat mempertontonkan gerakan-gerakan karate saat berlaga di Kota Praha itu. hingga menjadi yang terbaik dengan medali emas.
Dengan sang pelatih yang mantan jurnalis ini, aksi Fauzan membuat kagum kapolda yang saat itu didampingi Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto.
Soal ingin masuk polisi itu pula, kapolda langsung meminta kapolresta dan Fauzannya untuk melengkapi persyaratan serta foto copy sertifikat atas kejuaraan selama ini dimilikinya.
“Intinya, Fauzan sudah membawa nama harum Indonesia pada umumnya, dan khsusunya Kalsel, Mudahan saja upaya saya ini nanti bisa berikan persyaratan tersendiri dari pimpinan (Kapolri,Red) atas prestasinya Fauzan ini,’’ kata kapolda.
Fauzan adalah anak ketiga buah hati pasangan Adnan Firdaus (60), se harinya buruh bangunan, dan Jamariyah (56), menekuni olahraga karate sejak kelas III SD.
Di hadapan kapolda, sang jawara dunia ini juga menceritakan berbagai pengalamannya selama ikjut kejuaraan dunia di Eropa Timur itu. Tak urung membuat kapolda agak kaget karena dalam bertanding sama sekali tanpa ada alat pelindung. Karena itulah karate tradisional.
“Tapi kalau latihan-latihan nanti harus ada pelindung, biar tak cidera dan saat berlaga dalam kondisi fit,’’ pesan kapolda yang juga mendukung rencana keberangkatan Fauzan ke Jakarta memenuhi undangan untuk tampil di Hitam Putih, acara di Trans 7. (zin/foto: ist)