BANJARBARU– Ratusan warga memadati Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru ikut memeriahkan Baayun Maulid, Kamis (29/11). Kegiatan tahunan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.
Menurut Asisten 3 Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Heriansyah, yang hadir mewakili gubernur, pelaksanaan baayun maulid ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali dan mewariskan nilai-nilai budaya Banjar kepada generasi muda.
“tradisi yang sangat baik ini diharapkan jangan sampai kehilangan makna. Jadi sudah menjadi keharusan kita untuk memaknai arti yang terkandung di dalam peringatan maulid ini,” ujar gubernur dalam sambutannya.
Sementara dari laporan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Suharyanto, Baayun Maulid tahun ini diikuti 70 peserta. Terdiri dari 70 orang laki-laki dan 100 perempuan.
Tidak hanya diikuti anak-anak, tetapi juga diikuti orang dewasa yang mempunyai niat atau nazar dengan berbagai alasan, bahkan ada juga diikuti para lansia.
“Hari ini sebanyak 170 warga Banjarbaru dan sekitarnya mengikuti Baayun Maulud. Ini merupakan kebanggaan kita bersama, karena ternyata warisan adat istiadat Banjar masih dilirik warga Kalsel,” ucap Suharyanto dalam laporannya.
Dalam kegiatan Baayun Maulud di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, tercatat peserta tertua berumur 71 tahun dan termuda berumur 17 Hari.
Sebelum Baayun Maulud di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, juga dilaksanakan hal serupa di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin dan Kabupaten Tapin. (dev/foto: hum)