BANJARMASIN-Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalsel menggelar pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (PM) di Mahligai Pancasila, 29 hingga 30 Novermber.
Kegiatan yang dibuka Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Suparno, perwakilan SKPD, Ketua TP PKK kabupaten /kota se Kalsel, Ketua Bhayangkari Kalsel dan TP PKK pusat sebagai narasumber
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, Kalsel kaya akan ragam produksi, karena di setiap kabupaten/kotanya memilki produk unggulan, baik itu kuliner mapun souvenir.
“Kalsel memiliki beragam produk yang tersebar di 13 kabupaten/kota, seperti kue apam di Barabai, dodol dan katupat di Kandangan, batu permata di Martapura, kain sasirangan, serta beragam roduk lainnya,” jelasnya.
Paman Birin, sapaan akrabnya, meyakini TP PKK Kalsel mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan, membina dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sebagaiman marsnya yang dinyanyikan setiap kegiatan.
“Jika kita hayati dan resapi bersama mars PKK ini, saya yakin gerakan PKK dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara menurut Ketua TP PKK Kalsel, Hj Raudatul Jannah Sahbirin Noor, ke depan PKK Kalsel harus menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
“Artinya, mereka dilibatkan secara langsung dalam pembangunan. Bukan sekedar penerima manfaat,” jelasnya.
PKK dengan 10 program pokoknya, sambung wanita yang juga merupakan istri Gubernur Kalsel ini, memiliki korelasi dengan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat, para kader PKK Kalsel semakin cerdas, sehingga dapat memberdayakan masyarakat yang dimulai dari keluarga. (rny/foto: hum)