PELAIHARI– Program pengembangan pembinaan keagamaan bagi warga binaan, diyakini sebagai jalan untuk mencapai perubahan kehidupan narapidana ke arah yang lebih baik.
“Bahkan dengan pengembangan keagamaan ini, warga binaan diharapkan memiliki kualitas keagamaan dan mental yang baik sekembalinya ke masyarakat kelak,” ujar Karutan Pelaihari, Budi Suharto, dalam sambutannya pada seleksi lomba menghapal Surah Yassin untuk warga binaan di Masjid Al Istiqomah, Jumat (16/11).
Budi Suharto memberikan sinyalemen positif terhadap kegiatan dan mempertimbangkan untuk menjadikan program ini untuk bisa menjadi agenda rutin.
“Selain kita membina warga binaan menjadi umat dan generasi bangsa yang paham ilmu Agama serta membina mereka menjadi orang-orang yang berakhlak dan beradab, juga membina mereka menjadi generasi yang mandiri,” jelas Budi.
Tugas pembinaan seperti ini, lanjut karutan, selaras dengan fungsi rumah tahanan yang menyiapkan warga binaan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat. Sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggungjawab.
Keluar sebagai juara pertama, Muhammad Hidayat. Selain mendapatkan piagam, juga sebuah Kitab Suci Al Quran yang diserahkan langsung Budi Suharto. (zkl/foto: ist)