BANJARMASIN– Amankan Natal dan Tahun Baru, 1.654 petugas gabungan diterjunkan Polda Kalsel dalam operasi dengan nama sandi Operasi Lilin Intan 2018.
Operasi pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah hukum Polda Kalsel ini, ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Polresta Banjarmasin, Jumat (21/12) pagi.
Apel gelar pasukan guna memastikan kesiapan personil, memeriksa sarana dan prasarana yang digunakan selama operasi, serta memperkuat soliditas dengan seluruh pemangku kepentingan yang dilibatkan.
Dari seribu lebih pasukan yang dilibatkan, 664 merupakan personil TNI AD, AL, AU dan pemerintah daerah, seperti dari Dinas Perhubungan dan Linmas.
“Selebihnya, merupakan anggota kepolisian yang mengenakan seragam dinas maupun berpakaian preman,” ujar Yazid.
Operasi Lilin Intan 2018 yang berlangsung selama 10 hari, sejak 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019, bertujuan mengantisipasi kerawanan di masyarakat.
Seperti kejahatan konvensional yang meresahkan, aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi, serta mengantisipasi kecelakaan moda transportasi, baik udara, laut maupun darat dan melancarkan arus lalulintas.
“Pengamanan juga dilakukan di rumah ibadah saudara kita umat Kristiani yang merayakan Natal,” tegas Yazid usai memimpin apel gelar pasukan.
Sedang dalam menjaga stabilitas harga pangan yang kerap bergejolak di saat perayaan hari besar keagaamaan, lanjut kapolda, polisi mengajak seluruh jajaran untuk melakukan pendampingan dan operasi pasar bila diperlukan.
“Selain itu jika diperlukan, lakukan tindakan hukum bila menemukan pelaku penimbunan, monopoli dan mafia pangan,” tandasnya. (emy/foto: iman)