BANJARBARU– Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh tiap 3 Desember, berbagai macam keterampilam hasil karya siswa penyandangnya ditampilkan di Aula SLB-C Negeri Pembina Banjarbaru, Kamis (6/12).
Keterampilan hasil kolaborasi dengan orangtua siswa ini, meliputi otomotif, kriyakayu, tata boga, tata busana, salon kecantikan dan akupresure.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yang membuka acara peringatan dengan tema Mengenal Potensi Anak dari Kelemahan dan Kekurangan, mengaku bangga kepada penyandang disabilitas atas kerja keras, kesabaran dan keteguhan dalam menjalani kehidupan di balik ketebatasan.
Menurutnya, perhatian, pembinaan dan bimbingan untuk mengasah keterampilah, harus diberikan sebagai bekal dalam mewujudkan hidup yang lebih berkualitas, adil, sehat lahir batin dan bermatabat.
Keberadaan oenyandang disabilitas harus mendapat perhatian, pembinaan, bimbingan dan dibekali keterampilan yang berkelanjutan.
“Sehingga menjadi bekal agar terwujud kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sehat lahir batin dan bermartabat,” pungkas gubernur.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, tak menampik banyak catatan sejarah yang membuktikan kesuksesan penyandang disabilitas di balik keterbatasan yang dimiliki.
Karena itu, menurut gubernur, sebagai wujud perhatian terhadap eksistensi masa depan dan pemenuhan hak kaum disabilitas, ditunjukkan pemerintah melalui UU No.8 Tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas serta disahkannya UU No. 19 Tahun 2011 tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas.
“Dengan telah disahkannya UU itu, patut disambut dengan baik. Sebab menandakan adanya perhatian pemerintah terhadap eksistensi masa depan dan pemenuhan hak kaum disabilitas,” tandasnya.
Acara ini juga dihadiri siswa disabilitas dari luar kabupaten/kota, seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, dan Tanah Laut. (cin/foto: hum)