BAGANDIS– Bupati Tanah Laut, H Sukamta, mengimbau petani di kabupaten setempat yang menanam pada Oktober, November dan Desember, mengasuransikan tanaman padinya.
“Ini mengingat dalam kurun waktu itu rawan terjadi bencana banjir dan gangguan hama,” jelas Sukamta saat bersilaturahmi ke Desa Bagandis, Kecamatan Takisung, Jumat (14/12).
Didampingi Kadis Perhubungannya, Andris Evony, bupati yang tiba sekitar pukul 12:00 Wita, bersama warga langsung menunaikan ibadah Shalat Jumat berjamaah di salah satu masjid.
Usai melaksanakan kewajiban, di tengah silaturahminya dengan warga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, bupati mengimbau warga agar mengasuransikan lahan pertanian milik mereka.
“Supaya para petani di Tala tidak merugi karena terserang hama ataupun terdampak banjir,” tandasnya.
Menurut bupati, para petani hanya perlu membayar iuran sebesar Rp36 ribu untuk satu hektar lahan, dan bisa mengklaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektarnya.
Ditambahkan bupati, tahun lalu sudah banyak petani yang menggunakan program asuransi pertanian tersebut, akibat sebagian lahannya terserang hama tungro dan fuso. Namun bisa diklaim asuransi sehingga bisa menutupi kerugian.
Berkaca dari kejadian musim tanam tahun lalu itu, bupati tidak ingin petani merugi. Sehingga diimbau untuk ikut asuransi pertanian.
“Jumlah iuran asuransi sebenarnya Rp180 ribu untuk satu hektar. Namun sudah diseubsidi pemerintah, sehingga menjadi Rp36 ribu,” papar Sukamta.
Begitu seriusnya mengajak petani di kabupatennya untuk mengasuransikan lahan, Sukamta memisalkan uang Rp36 ribu itu dengan harga ikan haruan (gabus).
“Amun pian ke pasar Pelaihari membawa duit Rp36 ribu, kada cukup gasan nukar iwak haruan. Amun dipakai asuransi, mun kenapa-napa lahan pian, pian dapat ganti rugi Rp6 juta” ujarnya dengan berbahasa Banjar. (zkl/foto: hum)