BANJARMASIN– Selain diinfus dan diberi obat-obatan selama rawat inap di RSUD Ulin, bayi yang yang divonis memiliki kelainan jantung, Aroyan Dailan Al Fariisy, terpaksa juga mendapat bantuan okseigen hanya untuk sekadar bernafas.
Padahal untuk lepas derita ini, bayi berumur empat bulan tersebut harus dirujuk ke RS Pusat Jantung Harapan Kita Jakarta yang sudah pasti membutuhkan dana ratusan juta. Biaya yang sebelumnya tak terbayangkan, baik oleh M Mastur dan Rizky Chandra Sari, kedua orangtua bayi malang ini.
Hingga kinipun, pasutri ini hanya mampu memendam asa. Bagaimana tidak. M Mastur hanyalah seorang tukang service AC panggilan. Sementara sang ibu, Rizky Chandra Sari, hanya seorang guru Honorer, yang upahnya dalam sebulan pun tak cukup untuk biaya hidup.
Di tengah menunggu uluran dermawan untuk kesembuhan Aroyan, M Mastur ditemani ibundanya dengan telaten menggendong buah hatinya yang menderita kelainan jantung tersebut.
Sesekali Mastur membetulkan posisi masker oksigen yang menutupi hidung dan mulut Aroyan, buah cintanya dengan Rizky Chandra Sari, ketika sedang menangis.
Menurut Mastur, anak ketiganya itu, sebagaimana keterangan dokter yang menanganinya, harus dirujuk ke RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita di Jakarta.
“Namun karena ketiadaan biaya, saya dan istri belum bisa melaksanakan rujukan itu,” ujar Mastur dengan suara tersendat, seperti menahan isak.
Terlebih lagi, lanjut Mastur, sebagaimana informasi yang diperoleh, biaya pengobatan untuk sakit yang diderita Aroyan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Sementara informasi yang saya peroleh, BPJS hanya menanggung separuh dari biaya pengobatan,” sesal Mastur.
Karena kondisi demikian, apalagi penghasilan sebagai tukang service AC panggilan dan upah sebagai guru honor sang istri di salah satu SMP di Kota Banjarmasin yang juga pas-pasan, membuat suami istri ini hanya memendam asa, dan pasrah menunggu nasib.
Khusus soal separuh biaya yang ditanggung BPJS untuk penderita kelainan jantung, dibantah Kepala BPJS Banjarmasin, M Fakhriza, yang diminta penjelasannya, Selasa (8/1) siang.
Menurutnya, selama pasien sesuai kelas perawatan, maka tidak ada biaya tambahan.
“Kecuali pasien meminta naik kelas, maka akan dikenakan biaya tambahan,” jelasnya.
Karena itu, sambung Fakhriza, meski nantinya Aroyan Dailan Al Farisy dirujuk ke RS Pusat Jantung Harapan Kita di Jakarta, biayanya sepenuhnya menjadi tanggungan BPJS.
“Mungkin orangtuanya berharap uluran tangan para dermawan. Karena mereka juga memerlukan biaya hidup selama mendampingi di Jakarta,” imbuh Fakhriza. (emy/foto: deny yunus)