GAMBUT, banuapost.co.id– Pelayanan terintegrasi lima profesi di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum berlakukan asuhan farmasi selama 24 jam.
Lima profesi itu, dokter, farmasi, perawat, fisioterapy
sikologi dan gizi.
Menurut Dirut RS Jiwa Sambang Lihum, dr Dharma Putra,
Rabu (13/2), dengan melihat kualitas pelayanan farmasi, khususnya dalam pemberian
obat kepada pasien, perlu ditingkatkan.
“Kondisi ini tentunya berbarengan dengan pemberlakukan
pelayanan terintegrasi dengan lima profesi yang rencananya diberlakukan
Februari ini,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut pria kelahiran Kota Denpasar,
Bali, setiap pasien yang masuk rumah sakit ini akan diketahui sejarah
minumobatnya.
“Sebab sejarah minum obat, bisa menimbulkan resistensi
dan reaksi-reaksi yang lain terhadap obat,” ujarnya.
Sementara menurut Kepala Instalasi Farmasi RS tersebut,
Nova Sari, untuk urusan obat pihaknya melibatkan tenaga profesi apoteker untuk
menunjang pelayanan asuhan farmasi 24 jam itu.
“Untuk menunjang pelayanan, kami menambah 5 orang apoteker. Sehingga tenaga yang ada sekarang berjumlah 10 orang,” jelasnya. (yb/ian/foto: ist)
