BANJARMASIN, banuapost.co.id– Belum juga 24 jam setelah diresmikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, Selasa (5/3), plafon gedung baru ULM malah ambruk.
Dugaan sementara, tidak kuat menahan beban akibat merembesnya air hujan disertai angin kencang menerpa gedung baru itu.
Meski demikian, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan ULM,
Achmad Syamsu Hidayat, memastikan secepatnya memperbaiki plafon yang runtuh.
Menurutnya, gedung baru ULM masih dalam tahap pemeliharaan
kontraktor proyek IDB. Sehingga tanggung jawab untuk memperbaiki berada di
tangan PT Wijaya Karya (Wika).
Doktor jebolan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB)
Malang ini memperkirakan, air merembes masuk hingga membuat kalsiboard tidak
bisa menahan beban.
Seperti diberitakan sebelumnya, gedung baru ULM dibiayai dengan
dana hibah Islamic Development Bank (IBD) Rp 384 miliar.
Pengerjaannya PT Wika, masing-masing Gedung Dekanat FKIP, Laboratorium IPS FKIP, Labotorium MIPA FKIP, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lecture Theater Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kemudian General Building (Library, Student Activity Centre, Lecture Theater). Sedang di kampus Banjarbaru, ada auditorium dan sport center. (yb/asy/foto: jejakrekam)
