BANJARBARU, banuapost.co.id–
Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) menduduki
peringkat 5 di dunia setelah jantung coroner, paru, diabetes dan TBC.
Kondisi memprihatinkan ini, sebagaimana hasil penelitian World Health Organization(WHO),
Organisasi Kesehatan Dunia (PBB).
“Dari sekian banyak korban kecelakaan lalulintas itu, kalangan
milenial. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” tegas Gubernur Kalsel, H
Sahbirin Noor.
Paman Birin, sapaan Gubernur Kalsel itu, mengungkapkan
hal tersebut di hadapan ratusan ribu peserta dari berbagai kalangan dalam Millennial
Road Safety Festival (MRSF) 2019 di kawasan perkantoran setdaprov, Banjarbaru,
Minggu (17/3).
Menurut data nasional Korlantas Polri, kecelakaan
lalulintas mulai 2014 hingga 2018, tercatat
139.772 jiwa korban meninggal dunia. Artinya sebanyak 76 jiwa meninggal setiap
hari.
“Dari total jumlah korban jiwa itu, 78.272 jiwa (56
persen) adalah usia muda atau mereka yang masuk kategori generasi milenial,
yakni antara umur 17 sampai dengan 35 tahun,” jelas gubenur.
Di Kalsel sendiri dari 2014 hingga 2018, sambung Paman
Birin, sebanyak 2.357 jiwa meninggal dunia. Artinya, 1 hingga 2 orang meninggal
dunia setiap hari.
“Dari jumlah korban meninggal dunia tersebut, sebanyak
1.579 jiwa (67 persen) adalah mereka yang masuk dalam kategori generasi milenial,”
tandasnya.
Ditegaskan Paman Birin, kesadaran tertib berlalulintas harus dimulai dari diri sendiri. Kalau tertib, maka keamanan, keselamatan dan kelancaran lalulintas akan terwujud dengan sendirinya. Acara ini dihelat jajaran Polda Kalsel dalam rangka kampanye mengajak kaum milenial menjaga keselamatan dan membudayakan tertib berlalulintas. (dev/foto: hum)
