BANJARBARU, banuapost.co.id–
Perusahaan yang menerapkan sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
dan zero accident, serta program pencegahan HIV/AIDS, terus meningat di Kalsel.
Di 2018 terdapat 104 perusahaan dari jumlah tahun
sebelumnya yang hanya 89 perusahaann.
“Dari 104 perusahaan, 84 telah menerapkan manajemen
K3 dan nihil kecelakaan kerja. Sedang 20 perusahaan, telah melaksanakan program
pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,” jelas Gubernur Kalsel, H Sahbirin
Noor.
Gubernur mengungkapkan itu usai Apel Kesadaran Nasional
dirangkai peringatan Hari Rimbawan dan penganugerahaan kepada perusahaan peduli
K3 di halaman Kantor Setdaprov, Senin (18/3).
Pemerintah, lanjut Paman Birin, sapaan akrabnya, terus
mengajak seluruh stakeholder, baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan
masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya K3 serta pengawasannya.
Menurut gubernur, hal tersebut penting karena akan
menciptakan rasa aman dan nyaman pada pekerja. Sehingga mampu bekerja lebih
efektif dan produktif.
Karena itu, tegas gubernur, penghargaan yang diraih merupakan
wujud nyata komitmen perusahaan-perusahaan di Kalsel bersama pemprov untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kepedulian terhadap keselamatan dan
kesehatan kerja.
“Kepada semua pihak, diingatkan untuk melakukan upaya
konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkunganya masing-masing. Sehingga budaya
K3 benar-benar terwujud di seluruh daerahnya,” tandasnya. (syh/foto: hum)
