BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Bekerja sebagai mekanik di bengkel, Riduan Efendy (34), sengaja memilih jalan
kaki. Tidak menggunakan mobil atau motor, lazimnya para jamaah yang datang dari
jauh menuju Sekumpul, Martapura.
Menurut dia, sudah menjadi nazar
dan niatnya untuk menghadiri Haul ke-14 Guru Sekumpul yang puncaknya, Ahad
(10/3) malam atau malam Senin di Mushala Ar Raudah, Sekumpul.
Melanjutkan niatnya untuk sampai ke Sekumpul, Riduan memilih Jalan
Martapura Lama. Di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dia
singgah di Langgar Al-Musyarrofah, untuk shalat maghrib dan Isya.
“Sekaligus beristirahat dan mengumpulkan tenaga. Besok pagi
kembali jalan,” kata Riduan yang diikuti awak media hingga Selasa (5/3) malam.
Riduan mengaku tak ingin
merepotkan semua orang, demi perjalananan nazar menuju Kubah Guru Sekumpul,
ulama yang dicintainya.
Apalagi aksinya viral di media sosial hanya gara-gara jalan kaki
dari Palangka Raya ke Martapura.
“Sebetulnya tidak ingin viral seperti saat ini, karena apa yang
dilakukan murni untuk ibadah,” ucapnya.
Niatnya hanya satu, sambung Riduan, bisa mendekat dan
menyaksikan langsung Haul Guru Sekumpul dan berhadapan dengan kubah sang ulama
kharismatik Banua tersebut.
Riduan mengaku tidak menyangka begitu besar perhatian
masyarakat, hingga ketika kakinya sakit, ada yang rela memijatkan demi melanjutkan
perjalanan. Demi mewujudkan niatnya menjumpai sang ulama yang dicintai, meski hanya
pusaranya. (yb/asy/foto: jejakrekam)
